Monday, July 06, 2015

Apa DAMPAK KOMUNI SUCI dalam DIRI KITA?

Renungan harian voicenote - video - text Senin, 06 Juli 2015 B
-----------------------
YESUS MENYEMBUHKAN wanita yg sudah 12th sakit pendarahan & MEMBANGKITKAN ORANG MATI (Mat 19:18-26). Yesus MENDAMAIKAN MANUSIA dengan BADANNYA & dengan ALAM SEMESTA melalui KUASA ROH KUDUS yg BEKERJA EFEKTIF jika manusia BERIMAN. Kehadiran & pelayanan Yesus DILANJUTKAN GEREJA melalui SABDA & TUBUH KRISTUS dalam EKARISTI. Kita bukan hanya menjamah tapi BERSATU DENGAN YESUS dalam rupa HOSTI SUCI. Apa DAMPAK KOMUNI SUCI dalam DIRI KITA?

(Pastor PM Handoko, CM -Malang-)


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Sunday, July 05, 2015

YESUS, beri aku MATA IMAN!

PENGAJARAN & MUKJIJAT Yesus membuat orang sekampungnya HERAN, tetapi karena MENGENAL KELUARGANYA, mereka MELECEHKAN & MENOLAK YESUS. Mereka GAGAL MELIHAT KARYA ALLAH MELALUI YESUS (Mrk 6:1-6b). Sedangkan PAULUS, dalam kelemahan insaninya, MELIHAT KEKUATAN ALLAH BERKARYA & karena itu "aku lebih suka bermegah atas kelemahanku, agar KUASA KRISTUS TURUN MENAUNGI aku." (2Kor 12:7-10) YESUS, beri aku MATA IMAN!

(Pastor PM Handoko, CM -Malang-)


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Apakah saya sudah menghayati MENTALITAS KASIH?

  Renungan harian voicenote - video - text Sabtu, 04 Juli 2015 B

Puasa cara lama adalah sekedar menjalankan hukum Taurat. PUASA CARA BARU adalah MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH, maka perlu PENGUASAAN DIRI dari HAWA NAFSU, PERTOBATAN, DOA kepada Allah & AMAL untuk sesama, Ini semua harus didasarkan pada KASIH kepada ALLAH & KASIH kepada SESAMA. Ajaran Yesus harus DIWADAHI kantong kulit baru, yaitu MENTALITAS yg BARU (Mat 9:14-17) Apakah saya sudah menghayati MENTALITAS KASIH?

(Pastor PM Handoko, CM -Malang-)


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Friday, July 03, 2015

"Tuhanku & Allahku" Tambahkan iman kami!

Renungan harian voicenote - video - text Jumat, 03 Juli 2015 B

"BERBAHAGIALAH orang yg TIDAK MELIHAT TETAPI PERCAYA." (Yoh 20:24-29) Kita HIDUP DARI IMAN artinya tidak perlu segala sesuatu harus dibuktikan secara kelihatan dulu, tetapi kita BERGANTUNG & MENGANDALKAN KEPERCAYAAN pada BAPA yg BAIK, PEDULI, TIDAK MEMBIARKAN KITA SENDIRIAN & SETIA PADA JANJINYA. Iman MEMBERANIKAN kita MELANGKAH dengan MANTAP & MENGAMBIL RESIKO karena Yesus adalah "Tuhanku & Allahku." Tambahkan iman kami!

(Pastor PM Handoko, CM -Malang-)

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Thursday, July 02, 2015

Hidup dari Iman

Renungan harian voicenote - video - text Kamis, 02 Juli 2015 B
  -----------------------
Atas perintah Allah, Abraham SIAP MENGORBANKAN Ishak, ANAK TUNGGALNYA & TETAP PERCAYA akan JANJI ALLAH untuk membuatnya MENJADI BAPAK BANGSA yg besar (Kej 22:1-19). Inilah IMAN yg PERCAYA PENUH pada JANJI ALLAH sekaligus BERANI TAAT pada perintah Allah yg nampaknya bertentangan. IMAN yg kuat MENGHAPUS DOSA & dijadikan SARANA PENYEMBUHAN (Mat 9:1-8). Apakah saya HIDUP DARI IMAN?

(Pastor PM Handoko, CM -Malang-)


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Wednesday, July 01, 2015

Jangan "Mengusir" Yesus demi Materi!

Renungan harian voicenote - video - text Rabu, 01 Juli 2015 B
  -----------------------
Orang2 Gadara TAKUT, KECEWA & MENGUSIR YESUS karena bagi mereka KERUGIAN EKONOMIS itu LEBIH BERHARGA daripada kesembuhan rohani. Mereka HANYA MENGENAL & MENGHARGAI Yesus SECARA LAHIRIAH, sedangkan SETAN2 mengenali Yesus sebagai ANAK ALLAH & karena itu patuh pada Yesus (Mat 8:28-34). PERLU MENILAI segala sesuatu SECARA BATINIAH & membuatnya SUNGGUH KONKRIT & TERASA untuk kita. Jika tidak, kita JUGA AKAN MENGUSIR Yesus demi materi.



(Pastor PM Handoko, CM -Malang-)
-----------------------

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Monday, June 29, 2015

Maukah kita BERTOBAT & DIGUNAKAN Tuhan dalam karyaNya?

Renungan harian voicenote - video - text Senin, 29 Juni 2015 B
  -----------------------
PETRUS & PAULUS adalah 2 PILAR UTAMA GEREJA. Petrus adalah PEMIMPIN PAGUYUBAN, sedangkan Paulus adalah RASUL untuk orang non-yahudi. Ke2nya BERBEDA PRIBADI & KARAKTER tapi BISA SALING MELENGKAPI karena ke2nya SAMA2 MENCINTAI Yesus. Petrus pernah MENYANGKAL Yesus, Paulus MEMUSUHI murid2 Yesus. Tapi jstru dipakai Yesus untuk jabatan penting (Mat 16:13-19). Maukah kita BERTOBAT & DIGUNAKAN Tuhan dalam karyaNya?

(Pastor PM Handoko, CM -Malang-)


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Monday, January 19, 2015

Pray. Not just with your words, but with your actions.

‎1. Accept your past without regrets, handle your present with confidence and face your future without fear. 

2. ‎"@LollyDaskal: Be careful of your habits, for your habits become your character.

3. ‎"@BruceVH: Pray. Not just with your words, but with your actions.

4. ‎"@FixedOpsGenius: "We find comfort among those who agree with us, growth among those who don't." ~Frank A Clark

5. ‎ @FixedOpsGenius: "We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit." ~Aristotle 

6. ‎ "@brentnhunter: If everyone is moving forward together, then success takes care of itself. Henry Ford

7. ‎ "@ManagersDiary: "Honor bespeaks worth. Confidence begets trust. Service brings satisfaction. Cooperation proves the quality of leadership." ~JC Penney"

Source: twitter.com 

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
‎






Thursday, December 04, 2014

Waktu dan Alam Semesta Mendukung

Apapun tugas dan profesi anda, jika dihidupi dan dilakukan dengan semangat, tulus dan tanpa berpikiran negatif maka waktu dan alam semesta akan mendukung. Semangat, ketulusan dan positif thinking dilandasi rasa syukur atas segala milik dan hidu anda. Buahnya adalah ketenangan dan kebahagiaan.

Yang pasti, anda melakukan segala sesuatu itu ada alasannya, pastilah untuk kebaikan diri sendiri, keluarga, masyarakat atau bangsa dan negara. Jika anda tidak memiliki tujuan dan maksud baik, pastilah waktu dan alam semesta tidak mendukung. Hal ini akan terasa dalam hati nurani, dan ditandai dengan hadirnya kecemasan, kekuatiran. Salam.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sunday, November 23, 2014

"Kesuksesan tidak akan mendatangi anda. Andalah yang harus datang mencarinya." (Marva Collins)

1. "Selalu lebih baik menirukan orang yang sukses daripada merasa iri dengannya." (Napoleon Hill)

2. "Di dalam hidup ini kita selalu akan menemukan jalan atau kita akan membuat jalan itu sendiri." (Hannibal)

3. "Jika anda bertanya kepada pemain ice skating bagaimana ia bisa berhasil, ia pasti menjawab, "jika jatuh, bangun lagi!" (Isaac Newton)

4. "Kesuksesan tidak akan mendatangi anda. Andalah yang harus datang mencarinya." (Marva Collins)

5. " Terlalu banyak orang mencari tempat aman dan selamat, akibat banyak yang terpuruk." (Thomas Ryder)

6. I have not failed. I've just found 10,000 ways that won't work. T. Edison.

7. "@marshawright: You can turn your pain to power, face your fears & transform your life. via @ashleycooperxo xoxo"

8. "Untuk dapat berprestasi, jangan pernah keliru memilih aktivitas." (John Wooden)

9. "Yesterday is history, tomorrow is a mystery, today is a gift of God, which is why we call it the present." ― Bil Keane"

10. "Kesempatan anda untuk sukses dalam berbagai usaha dapat diukur dari kepercayaan anda terhadap diri sendiri." (Robert Colier)

11. "Kerjasama memberi anda peluang terbaik untuk mengubah visi menjadi kenyataan." (John C. Maxwell)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, November 14, 2014

"Kita harus melakukan yang terbaik yang kita bisa. Ini adalah tanggung jawab suci sebagai manusia." (Albert Einstein)

1. "Ada kualitas yang harus dimiliki orang untuk menang, yaitu tujuan yang jelas, tahu yang diinginkan, dan semangat membara untuk meraihnya." (Napoleon Hill)

2. "@Your_Say: The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why. –Mark Twain

3. "@ao_Buddha: The mind is everything; what you think you become."

4. "Lakukanlah setiap harinya sedikit lebih banyak daripada apa yang anda pikir sanggup untuk anda lakukan." (Lowell Thomas)

5. "@marshawright: "Enthusiasm is excitement with inspiration, motivation, and a pinch of creativity." - Bo Bennett"

6. "Cara untuk selamat adalah tidak pernah merasa aman." (Thomas Fuller)

7. "Tetaplah puas melakukan pekerjaan yang baik dan biarkan oranglain membicarakan kita sesuka hati mereka." (Pythagoras)

8. "Lihatlah ke dalam. Rahasianya terdapat di dalam diri anda." (Hui Neng).

9. "Dalam Aksara Tiongkok, kata krisis terdiri dari dua karakter. Karakter yang satu berarti bahaya, satu lagi berarti kesempatan." (John F. Kennedy)

10. "@marshawright: "Words and actions will separate a wise man from the crowd." ― Bamigboye Olurotimi"

11. "@thecircledancer: " A writer doesn't have to be the smartest person in the room; only the most observant. " F. Scott Fitzgerald"

12. "Kapal tanpa kemudi dan orang tanpa tujuan akhirnya akan terdampar di gurun." (Napoleon Hill)

13. "Kita harus melakukan yang terbaik yang kita bisa. Ini adalah tanggung jawab suci sebagai manusia." (Albert Einstein)

14. "Dorong diri anda terus dan terus. Jangan berikan satu senti pun sampai tanda berakhir dibunyikan." (Larry Bird)

15. "Kehidupan kita adalah jumlah total semua pilihan yang telah kita buat." (Wayne Dyer)

Dari berbagai sumber.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, November 04, 2014

Kutipan Berharga untuk Hidup Berkarakter

1. Your actions are speaking so loud, I can't hear what you're saying.

2. "Kunci untuk membuka potensi kita bukanlah kekuatan atau kecerdasan, tetapi usaha yang terus-menerus". (Winston Churchill)

3. Orang yang tak memiliki integritas tak tahu terima kasih, tak mengakui bantuan yang diberikan kepadanya."Ajaran Buddha

4. Your opinion of me doesn't define who I am

5. "Akar dari suatu pencapaian terletak pada niat kita untuk menjadi yang terbaik yang dapat kita lakukan". (Harold Taylor)

6. "Masa depan adalah milik mereka yang melihat sesuatu memungkinkan terjadi sebelum menjadi jelas." (Tedd Levitt)

7. "Kekurangan uang bukanlah masalah. Kekurangan gagasan barulah masalah." (Ken Hakuta)

8. "@Your_Say: Be normal, and the crowd will accept you. Be deranged, and they will make you their leader."

9. "@MerryRiana: Kalau ingin hidup dengan tenang, mulailah hari dengan doa.

10. "Tidak ada yang tampak sulit jika anda membaginya dalam bagian-bagian kecil." (Henry Ford)

11. "Kecuali melakukan lebih dari yang dapat dilakukannya, dia tidak akan pernah mencapai potensinya." (Henry Drummond)

12. "Hanya orang gila yang mengharapkan hasil berbeda, tetapi tindakannya tetap sama." (Albert Einstein)

13. "Kegagalan adalah kesempatan untuk memulai lagi dengan cara lebih cerdik." (Henry Ford)

14. "Sekali anda telah membuat keputusan, semesta alam bersekongkol untuk mewujudkannya." (Ralph Waldo Emerson)

15. "Tidak ada keunggulan sejati di dunia ini yang dapat dipisahkan dari kehidupan yang benar." (David Starr Jordan)

16. "Masalahnya itu bukan apakah anda dijatuhkan, tetapi akankah anda bangkit kembali." (Vince Lambardi)

17. If you can't explain it simply, you don't understand it well enough. - Albert Einstein"

18. Its not what you know; its what you use that makes a difference. -Zig Ziglar"

19. "Anda tidak perlu hebat untuk memulai, tetapi anda harus memulai untuk menjadi hebat." (Joe Sabah)

20. "Kita hanya perlu belajar memanfaatkan kesempatan baik karena kesempatan baik selalu ada." (Johann Wolfgang Von Geothe)

21. "Anda memerlukan sebanyak mungkin pengalaman pahit untuk melahirkan keunggulan." (Richard Nixon)

22. "Kesuksesan anda hanya sejauh sikap anda." (John Maxwell)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, October 31, 2014

Pengertian Indulgensi (Teologi)

Indulgences - pembebasan dari hukuman sementara yang disebabkan oleh dosa, yang sudah disesali dan diampuni. Penghapusan hukuman ini diberikan berkat jasa Kristus yang tanpa batas dan keikutsertaan orang-orang kudus dalam sengsara dan kemuliaanNya. Dalam sejarah Gereja zaman dulu, doa orang-orang yang menantikan kematian sebagai martir dapat mengurangi hukuman keras yang dijatuhkan kepada para pendosa yang bertobat. Pada abad keenam belas, penyalahgunaan pemberian indulgensi menyulut api reformasi. Hak untuk memberikan indulgensi pada dasarnya dipegang oleh Takhta Suci. Indulgensi penuh menghapuskan seluruh hukuman, sejau syarat-syarat untuk penerimaannya dipenuhi. Baik indulgensi sebagian maupun penuh dapat diberikan kepada orang-orang yang sudah meninggal di api penyucian. Dalam Apostolik Indulgentiarum Doctrina (1967), Paulus VI membatasi indulgensi penuh dan menekankan pentingya pertobatan pribadi dalam hati (Lih. DS 1467; KHK 929-997)


Sumber: Gerard O'Collins, SJ dan Edward G. Farrugia, SJ dalam Kamus Teologi, Kanisius: Yogyakarta 1996
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sunday, September 07, 2014

Sekilas Sejarah BULAN KITAB SUCI NASIONAL

Bulan September biasanya, Gereja Katolik Indonesia memasuki Bulan Kitab Suci Nasional. Pimpinan Gereja menganjurkan umat Katolik menjadi lebih akrab dengan Kitab Suci dengan berbagai cara, sehingga dengan demikian umat semakin tangguh dan mendalam imannya daam menghadapi kerumitan dan kesulitan hidup dewasa ini.

*Selintas Sejarah*

Pada bulan September telah dikhususkan oleh Gereja Katolik Indonesa sebagai
Bulan Kitab Suci Nasional. Di setiap keuskupan dilakukan berbagai kegiatan
untuk mengisi bulan ini, mulai di lingkungan, wilayah, paroki, biara,
maupun di kelompok-kelompok kategorial. Misalnya, lomba baca KS, pendalaman
KS di lingkungan, pameran buku, dan sebagainya. Terutama pada hari Minggu
pertama bulan itu, kita merayakan hari Minggu Kitab Suci Nasional. Perayaan
Ekaristi berlangsung secara meriah, diadakan perarakan khusus untuk KS, dan
KS ditempatkan di tempat yang istimewa. Sejak kapan tradisi Bulan Kitab
Suci Nasional ini berawal? Untuk apa?

Untuk mengetahui latar belakang diadakannya BKSN ini kita perlu menengok
kembali Konsili Vatikan II. Salah satu dokumen yang dihasilkan oleh KV II
yang berbicara mengenai KS adalah Dei Verbum. Dalam Dei Verbum para bapa
Konsili menganjurkan agar jalan masuk menuju Kitab Suci dibuka lebar-lebar
bagi kaum beriman (DV 22). Konsili juga mengajak seluruh umat beriman untuk
tekun membaca KS. Bagaimana jalan masuk itu dibuka? Pertama-tama, dengan
menerjemahkan KS ke dalam bahasa setempat, dalam hal ini Bahasa Indonesia.
Usaha ini sebenarnya telah dimulai sebelum KV II dan Gereja Katolik telah
selesai menerjemahkan seluruh KS, baik PL maupun PB. Namun, KV II
menganjurkan agar diusahakan terjemahan KS ekumenis, yakni terjemahan
bersama oleh Gereja Katolik dan Gereja Protestan. Mengikuti anjuran KV II
ini, Gereja Katolik Indonesia mulai "meninggalkan" terjemahan PL dan PB
yang merupakan hasil kerja keras para ahli Katolik, dan memulai kerja sama
dengan Lembaga Alkitab Indonesia. Dengan demikian, mulailah pemakaian KS
terjemahan bersama, yang merupakan terjemahan resmi yang diakui baik oleh
Gereja Katolik maupun Gereja-gereja Protestan di Indonesia. Yang membedakan
hanyalah Kitab-Kitab Deuterokanonika yang diakui termasuk dalam KS oleh
Gereja Katolik namun tidak diakui oleh Gereja-gereja Protestan.

Kitab Suci telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, namun umat
Katolik Indonesia belum mengenalnya, dan belum mulai membacanya. Mengingat
hal itu, Lembaga Biblika Indonesia, yang merupakan Lembaga dari KWI untuk
kerasulan Kitab Suci, mengadakan sejumlah usaha untuk memperkenalkan KS
kepada umat dan sekaligus mengajak umat untuk mulai membaca KS. Hal ini
dilakukan antara lain dengan mengemukakan gagasan sekaligus mengambil
prakarsa untuk mengadakan Hari Minggu Kitab Suci secara nasional. LBI
mengusulkan dan mendorong agar keuskupan-keuskupan dan paroki-paroki
seluruh Indonesia mengadakan ibadat khusus dan kegiatan-kegiatan sekitar KS
pada Hari Minggu tertentu.

LBI telah dua kali mencobanya. Pada tahun 1975 dalam rangka menyambut
terbitnya Alkitab lengkap ekumenis, LBI menyarankan agar setiap paroki
mengadakan Misa Syukur pada bulan Agustus. Bahan-bahan liturgi dan
saran-saran kegiatan yang dapat dilakukan beberapa bulan sebelumnya
dikirimkan ke keuskupan-keuskupan. Percobaan kedua dilakukan pada tahun
1976. Akhir Mei 1976 dikirimkan bahan-bahan langsung kepada pastor-pastor
paroki untuk Hari Minggu Kitab Suci tanggal 24/25 Juli 1976, ditambah
lampiran contoh pendalaman, leaflet, tawaran bahan diskusi, dan lain-lain.

Walaupun dua kali percobaan itu tidak menghasilkan buah melimpah seperti
yang diharapkan, LBI toh meyakini bahwa HMKS harus diteruskan dan
diusahakan, dengan tujuan sebagai berikut:

*1. Untuk mendekatkan dan memperkenalkan umat dengan sabda Allah. KS juga
diperuntukkan bagi umat biasa, tidak hanya untuk kelompok tertentu dalam
Gereja. Mereka dipersilahkan melihatnya dari dekat, mengenalnya lebih akrab
sebagai sumber dari kehidupan iman mereka. *
*2. Untuk mendorong agar umat memiliki dan menggunakannya. Melihat dan
mengagumi saja belum cukup. Umat perlu didorong untuk memilikinya paling
sedikit setiap keluarga mempunyai satu kitab suci di rumahnya. Dengan
demikian, umat dapat membacanya sendiri untuk memperdalam iman
kepercayaannya sendiri. *

Dalam sidang MAWI 1977 para uskup menetapkan agar satu Hari Minggu tertentu
dalam tahun gerejani ditetapkan sebagai Hari Minggu Kitab Suci Nasional.
Hari Minggu yang dimaksudkan adalah Hari Minggu Pertama September. Dalam
perkembangan selanjutnya keinginan umat untuk membaca dan mendalami KS
semakin berkembang. Satu Minggu dirasa tidak cukup lagi untuk mengadakan
kegiatan-kegiatan seputar Kitab Suci. Maka, kegiatan-kegiatan ini
berlangsung sepanjang Bulan September dan bulan ke-9 ini sampai sekarang
menjadi Bulan Kitab Suci Nasional

YM Seto Marsunu
Sekretaris Lembaga Biblika Indonesia (LBI)

Sumber :
http://indonesia.ucanews.com/2014/09/02/sekilas-sejarah-bulan-kitab-suci-nasional
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, May 28, 2014

SURAT GEMBALA KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA MENYAMBUT PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN 9 JULI 2014

PILIHLAH SECARA BERTANGGUNGJAWAB,
BERLANDASKAN SUARA HATI

Segenap Umat Katolik Indonesia yang terkasih,

Kita bersyukur karena salah satu tahap penting dalam Pemilihan Umum 2014 yaitu pemilihan anggota legislatif telah selesai dengan aman. Kita akan memasuki tahap berikutnya yang sangat penting dan menentukan perjalanan bangsa kita ke depan. Pada tanggal 9 Juli 2014 kita akan kembali memilih Presiden dan Wakil Presiden yang akan memimpin bangsa kita selama lima tahun ke depan. Marilah Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden ini kita jadikan kesempatan untuk memperkokoh bangunan demokrasi serta sarana bagi kita untuk ambil bagian dalam membangun dan mangembangkan negeri tercinta kita agar menjadi damai dan sejahtera sesuai dengan cita-cita kemerdekaan bangsa kita.

Ke depan bangsa kita akan menghadapi tantangan-tantangan berat yang harus diatasi di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden yang baru, misalnya masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial, pendidikan, pengangguran, tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Masalah dan tantangan lain yang tidak kalah penting adalah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, kerusakan lingkungan hidup dan upaya untuk mengembangkan sikap toleran, inklusif dan plural demi terciptanya suasana rukun dan damai dalam masyarakat. Tantangan-tantangan yang berat ini harus diatasi dengan sekuat tenaga dan tanpa henti. Kita semua berharap semoga di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden yang akan terpilih, bangsa Indonesia mampu menghadapi, mengatasi dan menyelesaikan masalah-masalah itu.

Kami mendorong agar pada saat pemilihan mendatang umat memilih sosok yang mempunyai integritas moral. Kita perlu mengetahui rekam jejak para calon Presiden dan Wakil Presiden, khususnya mengamati apakah mereka sungguh-sungguh mempunyai watak pemimpin yang melayani dan yang memperjuangkan nilai-nilai sesuai dengan Ajaran Sosial Gereja : menghormati kehidupan dan martabat manusia, memperjuangkan kebaikan bersama, mendorong dan menghayati semangat solidaritas dan subsidiaritas serta memberi perhatian lebih kepada warga negara yang kurang beruntung. Kita sungguh mengharapkan pemimpin yang gigih memelihara, mempertahankan dan mengamalkan Pancasila. Oleh karena itu kenalilah sungguh-sungguh para calon sebelum menjatuhkan pilihan.

Agar pemilihan Presiden dan Wakil Presiden bisa berjalan dengan langsung, umum, bebas dan rahasia serta berkualitas, kita harus mau terlibat. Oleh karena itu kalau saudara dan saudari memiliki kesempatan dan kemampuan, sungguh mulia jika Anda bersedia ikut menjaga agar tidak terjadi kecurangan pada tahap-tahap pemilihan. Hal ini perlu kita lakukan melulu sebagai wujud tanggungjawab kita, bukan karena tidak percaya kepada kinerja penyelenggara Pemilu.

Kami juga menghimbau agar umat katolik yang terlibat dalam kampanye mengusahakan agar kampanye berjalan dengan santun dan beretika, tidak menggunakan kampanye hitam dan tidak menggunakan isu-isu SARA. Khususnya kami berharap agar media massa menjalankan jurnalisme damai dan berimbang. Pemberitaan media massa hendaknya mendukung terciptanya damai, kerukunan serta persaudaraan, mencerdaskan dan tidak melakukan penyesatan terhadap publik, sebaliknya menjadi corong kebenaran.

Marilah kita berupaya sungguh-sungguh untuk mempertimbangkan dan menentukan pilihan dengan hati dan pikiran yang jernih. Konferensi Waligereja Indonesia menyerukan agar saudara-saudari menggunakan hak untuk memilih dan jangan tidak ikut memilih. Hendaknya pilihan Anda tidak dipengaruhi oleh uang atau imbalan-imbalan lainnya. Sikap demikian merupakan perwujudan ajaran Gereja yang menyatakan, "Hendaknya semua warga negara menyadari hak maupun kewajibannya untuk secara bebas menggunakan hak suara mereka guna meningkatkan kesejahteraan umum" (Gaudium et Spes 75).

Pada akhirnya, marilah kita dukung dan kita berikan loyalitas kita kepada siapa pun yang akan terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014 – 2019. Segala perbedaan pendapat dan pilihan politik, hendaknya berhenti saat Presiden dan Wakil Presiden terpilih dilantik pada bulan Oktober 2014. Kita menempatkan diri sebagai warga negara yang baik, menjadi seratus prosen Katolik dan seratus prosen Indonesia, karena kita adalah bagian sepenuhnya dari bangsa kita, yang ingin menyatu dalam kegembiraan dan harapan, dalam keprihatinan dan kecemasan bangsa kita (bdk GS 1).

Marilah kita mengiringi proses pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dengan memohon berkat dari Tuhan, agar semua berlangsung dengan damai dan berkualitas dan dengan demikian terpilihlah pemimpin yang tepat bagi bangsa Indonesia. Semoga Bunda Maria, Ibu segala bangsa, senantiasa melindungi bangsa dan negara kita dengan doa-doanya.


Jakarta, 26 Mei 2014


KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA


+ I. Suharyo + Y. Pujasumarta
Ketua Sekretaris Jendral



Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, May 27, 2014

Fitnah (= gosip) itu mirip kasus bulu ayam

Seorang murid datang kepada sang guru kebijaksanaan. Ia bertanya kepada sang guru apa yang harus dilakukan karena ia sudah memfitnah tanpa sengaja teman baiknya. Tanpa sengaja, karena semua dianggapnya informasi yang dikatakannya dikira benar; tetapi belakangan ternyata ia sadar itu salah.

Maka sang guru mengatakan: "renungkan apa yang akan kamu lakukan, dengan cara kamu keliling desa ini sambil berjalan kamu cabuti bulu ayam ini sampai kamu kembali sampai di padepokan ini lagi." – kata sang guru sambil memberikan seekor ayam yang telah disembelih untuk dicabuti bulunya.

Si murid melakukan perintah sang guru. Ia berjalan sambil terus mencabuti bulu ayam itu satu per satu.

Dan sampailah ia kembali di pertapaan dan berjumpa sang guru. Ia serahkan kembali ayam yang telah bersih itu kepada sang guru.

Sang guru bertanya: "Lho, di mana bulu-bulu ayam itu kamu simpan?"

Murid: "Ya saya buang di sepanjang jalan. Kata guru sambil suruh merenung, maka saya tidak mengumpulkan bulu-bulu itu ...."

Guru: "Baiklah, sekarang silahkan kamu keliling dan punguti kembali bulu ayam yang kamu buang tadi ... janganlah mengotori desa dengan sampah yang tidak perlu dan tidak baik ....."

Murid pun menaati perintah sang guru dan kembali menyusuri jalan yang tadi ia lalui dan memunguti kembali bulu-bulu ayam yang ia buang. Sayangnya yang bisa ia temukan hanya sebagian kecil. Sebagian besar lain telah terbawa angin entah ke mana ....

Murid: "Maaf guru, saya hanya bisa mengumpulkan ini; yang lain sudah tidak bisa saya temukan lagi, mungkin sudah dibawa angin entah ke mana ...."

Guru: "Nah, kamu telah belajar banyak. Fitnah (= gosip) itu mirip kasus bulu ayam itu. Menyebarkannya mudah. Tetapi membersihkannya kembali sulit, bahkan mustahil ..... Belajarlah dari peristiwa ini. "

 

Begitulah ..... peristiwa negara kita juga bisa menjadi guru yang baik bagi kita semua.

Semoga kita tidak ikut menambah jumlah bulu yang berhamburan di negeri ini.....

Milis APIK
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, May 02, 2014

Keintiman dengan Tuhan

Ada cerita Skotlandia kuno tentang seorang bocah miskin yang mengembalakan ternaknya di punggung gunung.

Suatu hari, ia melihat sebuah bunga cantik. Begitu cantiknya, ia tidak dapat menahan diri untuk tidak memetiknya.
Pada saat ia memetik bunga itu, terdengarlah suara. 

Ketika ia menengadah, ia melihat dinding gunung itu terbuka dan muncul sebuah gua yang di dalamnya berisi Permata dan logam berharga.
Ia melangkah masuk ke gua itu, meletakkan bunganya dan mulai memungut : emas, perak, batu-batuan mulia sebanyak banyaknya.

Ketika tangannya sudah penuh dan hendak keluar, terdengarlah suara :
"Jangan lupakan yang terbaik"
Ia berbalik dan memungut lebih banyak benda-benda berharga itu.
Ketika ia keluar dari gua itu, gua itupun menutup dan gunung itu kembali seperti sedia kala.

Pada saat itulah,... semua yang ada di tangannya berubah menjadi debu.
Suara itu kembali berkata, "kamu melupakan yang terbaik. Bunga itu adalah kunci untuk membuka gua itu ".

Cerita itu menggambarkan realita kehidupan orang masa kini. 
Pada mulanya seorang mencari Tuhan, mendekat pada Tuhan, haus dan rindu mendengar suara Tuhan.
Sejalan dengan itu, kehidupannya tambah diberkati Tuhan.
Tuhan melimpahinya dengan apa yang menyenangkan hatinya.
Tetapi lama kelamaan,...  rasa haus akan Tuhan bergeser menjadi rasa haus akan berkat-berkat Tuhan.

Ahkirnya, di dalam kegairahan mencari berkat Tuhan, ia kehilangan apa yang paling penting. Yaitu : KEINTIMAN dengan Tuhan sendiri.

Kesibukannya dalam urusan berkat Tuhan justru membuatnya menjauh dari Tuhan.

Ia lupa bahwa tanpa "kunci" itu, yaitu keintiman dengan Tuhan, semua berkat itu adalah debu....

Ketika ia kehilangan apa yang sejatinya paling berarti yaitu hubungan dengan Tuhan, maka apa yang dianggapnya paling berarti, yaitu berkat-berkat Tuhan ternyata hanya debu ....

GOD Bless All

Have a blessed n enjoyable Day.

Sumber: milis APIK
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, February 17, 2014

10 Sikap Hidup Bahagia

1. Lepaskanlah Rasa Kuatir & Ketakutan.
Ketakutan & kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi, kebanyakan hal-hal yang Anda kuatirkan & takutkan tak pernah terjadi! It's all only in mind.

2. Buanglah Dendam.
Dendam & Amarah yg disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda & hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA, BUANGLAH!!

3. Berhentilah Mengeluh.
Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yang ada saat ini, secara tak sadar Anda membawa-bawa beban negatif.

4. Bila Ada Masalah, Selesaikan Satu Persatu.
Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu.

5. Tidurlah dengan Nyenyak.
Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk & tak sehat, biasakanlah tidur dengan nyaman.

6. Jauhi Urusan Orang Lain.
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri untukmenangani setiap masalahnya.

7. Hiduplah Pada Saat ini, Bukan Masa Lalu.
Nikmati masa lalu sebagai kenangan, Jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yg Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. "Be totally present"

8. Jadilah Pendengar Yang Baik.
Saat menjadi pendengar, Anda belajar & mendapatkan ide-ide baru berbeda dari org lain.

9. Berpikirlah Positif.
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dgn orang2x yg berpikiran positif & terlibatlah dengan kegiatan positif.

10. Bersyukurlah.
Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa Anda pada hal-hal besar

semoga bermanfaat.
(* facebook.com/pendidikan karakter)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, December 16, 2013

Doa Damai (St Fransiskus Assisi)

TUHAN, jadikanlah aku pembawa damai.
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi keputus-asaan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita.
Ya Tuhan Allah,
ajarlah aku untuk lebih suka menghibur daripada dihibur;
mengerti daripada dimengerti;
mengasihi daripada dikasihi;
sebab dengan memberi kita menerima;
dengan mengampuni kita diampuni,
dan dengan mati suci kita dilahirkan ke dalam Hidup Kekal.

Amin.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, November 26, 2013

PESAN NATAL BERSAMA PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) TAHUN 2013

"Datanglah, ya Raja Damai"
(Bdk. Yes. 9:5)

Saudara-saudari terkasih,
segenap umat Kristiani Indonesia,
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

1. Kita kembali merayakan Natal, peringatan kelahiran Yesus Kristus Sang Juruselamat dunia. Perayaan kedatangan-Nya selalu menghadirkan kehangatan dan pengharapan Natal bagi segenap umat manusia, khususnya bagi umat Kristiani di Indonesia. Dalam peringatan ini kita menghayati kembali peristiwa kelahiran Yesus Kristus yang diwartakan oleh para Malaikat dengan gegap gempita kepada para gembala di padang Efrata, komunitas sederhana dan terpinggirkan pada jamannya (bdk. Luk. 2:8-12). Selayaknya, penyampaian kabar gembira itu tetap menggema dalam kehidupan kita sampai saat ini, dalam keadaan apapun dan dalam situasi bagaimanapun.

Tema Natal bersama PGI dan KWI kali ini diilhami suatu ayat dalam Kitab Nabi Yesaya 9:5 "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita; seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang; Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai". Kekuatan pesan sang nabi tentang kedatangan Mesias dibuktikan dari empat gelar yang dijabarkan dalam nubuat tersebut, yaitu: 1). Mesias disebut "Penasihat ajaib", karena Dia sendiri akan menjadi keajaiban adikodrati yang membawakan hikmat sempurna dan karenanya, menyingkapkan rencana keselamatan yang sempurna. 2). Dia digelari "Allah yang perkasa", karena dalam DiriNya seluruh kepenuhan ke-Allah-an akan berdiam secara jasmaniah (bdk. Kol. 2:9, bdk. Yoh. 1:1.14). 3). Disebut "Bapa yang kekal" karena Mesias datang bukan hanya memperkenalkan Bapa Sorgawi, tetapi Ia sendiri akan bertindak terhadap umat-Nya secara kekal bagaikan seorang Bapa yang penuh dengan belas kasihan, melindungi dan memenuhi kebutuhan anak-anak-Nya (Bdk. Mzm. 103:3). 4). Raja Damai, karena pemerintahan-Nya akan membawa damai bagi umat manusia melalui pembebasan dari dosa dan kematian (bdk. Rm. 5:1; 8:2).

2. Seiring dengan semangat dan tema Natal tahun ini, kita menyadari bahwa Natal kali ini tetap masih kita rayakan dalam suasana keprihatinan untuk beberapa situasi dan kondisi bangsa kita. Kita bersyukur bahwa Konstitusi Indonesia menjamin kebebasan beragama. Namun, dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara, kita masih merasakan adanya tindakan-tindakan intoleran yang mengancam kerukunan, dengan dihembuskannya isu mayoritas dan minoritas di tengah-tengah masyarakat oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan kekuasaan. Tindakan intoleran ini secara sistematis hadir dalam berbagai bentuknya. Selain itu, di depan mata kita juga tampak perusakan alam melalui cara-cara hidup keseharian yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan seperti kurang peduli terhadap sampah, polusi, dan lingkungan hijau, maupun dalam bentuk eksploitasi besar-besaran terhadap alam melalui proyek-proyek yang merusak lingkungan.

Hal yang juga masih terus mencemaskan kita adalah kejahatan korupsi yang semakin menggurita. Usaha pemberantasan sudah dilakukan dengan tegas dan tak pandang bulu, tetapi tindakan korupsi yang meliputi perputaran uang dalam jumlah yang sangat besar masih terus terjadi. Hal lain yang juga memprihatinkan adalah lemahnya integritas para pemimpin bangsa. Bahkan dapat dikatakan bahwa integritas moral para pemimpin bangsa ini kian hari kian merosot. Disiplin, kinerja, komitmen dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat digerus oleh kepentingan politik kekuasaan. Namun demikian, kita bersyukur karena Tuhan masih menghadirkan beberapa figur pemimpin yang patut dijadikan teladan. Kenyataan ini memberi secercah kesegaran di tengah dahaga dan kecewa rakyat atas realitas kepemimpinan yang ada di depan mata.

3. Karena itu, Gema tema Natal 2013 "Datanglah, Ya raja Damai" menjadi sangat relevan. Nubuat Nabi Yesaya sungguh memiliki kekuatan dalam ungkapannya. Seruan ini mengungkapkan sebuah doa permohonan dan sekaligus harapan akan datangnya sang pembawa damai dan penegak keadilan (bdk. "Penasihat Ajaib").
Doa ini dikumandangkan berangkat dari kesadaran bahwa dalam situasi apapun, pada akhirnya "Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal," Dialah yang memiliki otoritas atas dunia ciptaan-Nya. Dengan demikian, semangat Natal adalah semangat merefleksikan kembali arti Kristus yang sudah lahir bagi kita, yang telah menyatakan karya keadilan dan perdamaian dunia, dan karenanya pada saat yang sama, umat berkomitmen untuk mewujudkan kembali karya itu, yaitu karya perdamaian di tengah konteks kita. Tema ini sekaligus mengacu pada pengharapan akan kehidupan kekal melalui kedatangan-Nya yang kedua kali sebagai Hakim yang Adil. Semangat tema ini sejalan dengan tekad Gereja-gereja sedunia yang ingin menegakkan keadilan, sebab kedamaian sejati tidak akan menjadi nyata tanpa penegakan keadilan.
Karena itu, dalam pesan Natal bersama kami tahun ini, kami hendak menggarisbawahi semangat kedatangan Kristus tersebut dengan sekali lagi mendorong Gereja-gereja dan seluruh umat Kristiani di Indonesia untuk tidak jemu-jemu menjadi agen-agen pembawa damai dimana pun berada dan berkarya. Hal itu dapat kita wujudkan antara lain dengan:
· Terus mendukung upaya-upaya penegakkan keadilan, baik di lingkungan kita maupun dalam lingkup yang lebih luas. Hendaklah kita menjadi pribadi-pribadi yang adil dan bertanggung jawab, baik dalam lingkungan keluarga, pekerjaan, gereja, masyarakat dan dimana pun Allah mempercayakan diri kita berkarya. Penegakkan keadilan, niscaya diikuti oleh sikap hidup yang berintegritas, disiplin, jujur dan cinta damai.
· Terus memberi perhatian serius terhadap upaya-upaya pemeliharaan, pelestarian dan pemulihan lingkungan. Mulailah dari sikap diri yang peduli terhadap kebersihan dan keindahan alam di sekitar kita, penghematan pemakaian sumber daya yang tidak terbarukan, serta bersikap kritis terhadap berbagai bentuk kegiatan yang bertolak belakang dengan semangat pelestarian lingkungan. Dengan demikian kita juga berperan dalam memberikan keadilan dan perdamaian terhadap lingkungan serta generasi penerus kita.
· Semangat cinta damai dan hidup rukun menjadi dasar yang kokoh dan modal yang sangat penting untuk menghadapi agenda besar bangsa kita, yaitu Pemilu legislatif maupun Pemilu Presiden-Wakil Presiden tahun 2014 yang akan datang.
Saudara-saudara terkasih,
Marilah kita menyambut kedatangan-Nya sambil terus mendaraskan doa Santo Fransiskus dari Asisi ini:

Tuhan,
Jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih
Bila terjadi penghinaan jadikanlah aku pembawa pengampunan

Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang,

Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur,
Memahami dari pada dipahami, mencintai dari pada dicintai,
Sebab dengan memberi aku menerima
Dengan mengampuni aku diampuni
Dengan mati suci aku bangkit lagi, untuk hidup selama-lamanya.
Amin

SELAMAT NATAL 2013 DAN TAHUN BARU 2014
Jakarta, 18 November 2013
Atas nama
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA KONFERENSI WALIGEREJA
DI INDONESIA (PGI), INDONESIA (KWI),


Pdt. Dr. A.A. Yewangoe Mgr. I. Suharyo
Ketua Umum Ketua


Pdt. Gomar Gultom Mgr. J.M. Pujasumarta
Sekretaris Umum Sekretaris Jendral

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, November 06, 2013

MAKNA TANDA SALIB

Banggakah  anda menjadi sorang Katolik ?
Apapun jawaban anda, ada satu keistimewaan orang Katolik yaitu Tanda Salib.

Mengapa demikian ?

Tanda Salib merupakan suatu rangkaian  DOA  SINGKAT tetapi sangat padat dalam maknanya.

DALAM NAMA BAPA (di dahi).
Hal ini menandakan bahwa Allah Bapa merencanakan, menciptakan dan menyelenggarakan segala sesuatunya.
Otak merupakan susunan syaraf pusat merupakan pusat segalanya, tempat kita berpikir, berimainasi dan merencanakan.
Bapa yg telah merencanakan Putra-Nya datang ke dunia sebagai Penyelamat, adalah penyelenggara segala karya dan hidup Yesus.
maka kita melanjutkan dengan :

DAN PUTRA (di pusar).
Disini sering terjadi kesalahan karena banyak yg melakukannya di dada (horizontal dengan Roh Kudus0.
SEharusnya di pusar, karena tali pusar adalah tali kehidupan, tali yg menyambung antara ibu dan anak. Disinilah janin mendapat makanan dan minuman serta curahan kehidupan. Karya Yesus juga dimulai semenjak kita masih berupa janin, dan Dia harus meninggalkan kita dan kembali kepada Bapa-Nya.

DAN ROH KUDUS (Bahu kiri, horizontal, hubungan dengan manusia)
Bapa yg menyelenggarakan hidup kita dgn mengirimkan Roh Kudus-Nya untuk memurnikan dan membakar dosa2 kita hingga musnah, mendampingi kita, melindungi, menghibur, mengajarkan ttg kebenaran, membimbing dan menjaga kita; maka selayaknya kita senantiasa harus bersyukur, memuji dan memuliakan Dia. Kita harus selalu mengundang dan menghadirkan Allah Tritinggal dalam setiap kehidupan kita, Ia akan setia mendampingi kita sampai kedatanganAllah Putra kembali.

Amin (Bahu kanan)
Amin mengandung arti kesetiaan Allah terhadap kita dan iman kepercayaan kita kepada-Nya.

Tanda Salib merupakan pengormatan kita kepada Allah Tritunggal dan sekaligus merupakan tanda persatuan persaudaraan dalam IMAN kepada Yesus Kristus lewat sarana Katolik. Ketika kita melihat orang membuat Tanda Salib baik di restoran, di arena sport, dalam upacara dll; dalam hati kita akan bilang, "Oh, orang itu orang Katolik. Dia saudara kita yang seiman." (By John Lefthew, SJ)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Palu Menghancurkan Kaca, Tetapi Palu Membentuk Baja

Palu Menghancurkan Kaca, Tetapi Palu Membentuk Baja

Apa makna dari pepatah kuno diatas?

Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu/masalah menghantam, kita akan mudah putus asa, frustasi, kecewa, marah, dan jadi remuk redam. Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.

Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. "Mental baja" adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur di saat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.

Mengapa demikian? Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa "masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik". Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mereka yang bermental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.

Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru!

Jika kita adalah "baja", kita akan selalu melihat palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita. Sebaliknya jika kita "kaca" maka kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita

Sumber: facebook/pendidikan karakter
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, October 17, 2013

Anda selalu bisa Memilih

"Hidup ini begitu Indah. Karena banyaknya pilihan yang ada di depan mata, semua bergantung kepada kita"

Ketika bangun pagi, Anda slalu punya pilihan untuk menyikapi hari tersebut dengan suka cita atau dengan beban yang berat.
Ketika berada di kemacetan, anda punya pilihan untuk mengeluh atau menikmati duduk di mobil sambil mendengarkan lagu.

Ketika dimarahi atasan, Anda bisa memilih untuk membencinya atau menganggapnya sebagai guru yang memberi nasehat kepada muridnya.
Kalau seseorg mengatakan saya tidak punya pilihan dalam hidup ini, dan akhirnya mencoba mengakhiri hidupnya, berarti orang tersebut belum memaknai hidupnya dengan baik dan benar.

Ingatlah apa yang Anda alami saat ini, slalu lihat dari perspektif yang positif. Jangan terlalu cepat merespons dengan hal yg negatif yang justru memperkeruh situasi dan merusak pola pikir Anda.

Jika Anda dilanda kebingungan, sehingga tidak tahu ada pilihan lain, tenangkan sejenak pikiran Anda. Ambil waktu untuk melakukan refleksi diri dengan melihat satu masalah dari dua pandangan.

Pilihan Anda utk melihat sisi positif akan mengubah hidup Anda dan keputusan Anda.
Ingat, keputusan besar dimulai dari pikiran kita sendiri dan Bijaksanalah. semoga bermanfaat

follow us on twitter: @penakarakter
Sumber: facebook/pendidikankarakter
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Saturday, October 05, 2013

10 KEPRIBADIAN LUAR BIASA

1. TULUS -- Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi.

2. RENDAH HATI -- Hanya orang yang kuat batinnya yang bisa bersikap rendah hati. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain.

3. SETIA -- Orang yang setia bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak berkhianat.

4. POSITIVE THINKING -- Orang berpikiran positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun.

5. CERIA -- Artinya bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh, dan selalu berusaha meraih kegembiraan.

6. TANGGUNG JAWAB -- Ia akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau salah, berani mengakuinya dan tidak mencari kesalahan orang lain.

7. PECAYA DIRI -- Mampu menerima dirinya sebagaimana adanya,
menghargai dirinya dan orang lain. Juga mudah menyesuaikan diri
dengan lingkungannya.

8. BERJIWA BESAR -- Ia tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar!

9. EASY GOING -- Maksudnya, tidak suka membesar-besarkan masalah kecil atau berusaha mengecilkan masalah besar. Dia tidak mau pusing dengan masalah yang berada di luar kontrolnya.

10. EMPATI -- Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Sumber: facebook: pendidikan karakter
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, September 20, 2013

Hanya jika anda tahu.... (bacalah selagi sempat)

Matahari TANPA sinar tidak layak disebut matahari, DEMIKIAN juga dengan diri kita.
Kita adalah MATAHARI yang seharusnya memancarkan sinar, SEKALIPUN mendung kelabu menutupi pandangan orang UNTUK melihat keindahan cahaya kita.

"BUKAN karena hari ini INDAH kita BAHAGIA, tapi karena kita BAHAGIA maka hari ini menjadi INDAH"

BUKAN karena tidak ada "RINTANGAN" kita menjadi "OPTIMIS", tapi karena kita "OPTIMIS" maka "RINTANGAN" menjadi tidak terasa.

BUKAN karena "MUDAH", kita "YAKIN BISA". Tapi karena kita "YAKIN BISA" maka semuanya JADI "MUDAH".

BUKAN karena semua "BAIK" maka kita "TERSENYUM",
tapi karena kita "TERSENYUM" maka semua menjadi "BAIK".

BUKAN karena kita mengucap "SYUKUR" maka "KEBAHAGIAAN" terasa dekat. Tapi "BERSYUKURLAH" maka "KEBAHAGIAAN" senantiasa dekat.

Tidak ada hari yang menyulitkan kecuali kita "SENDIRI" yang membuatnya menjadi "SULIT".

JANGAN pernah mengeluh dengan adanya "KESULITAN", karena "KESULITAN" lah yang telah BIKIN kita lebih BAIK dan KUAT dari sebelumnya.

Sesungguhnya KUNCI sukses dalam hidup ini adalah SELALU mengucap syukur.

Sumber: facebook pendidikan karakter
twitter: @penakarakter
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, September 19, 2013

Kekosongan dan Kesombongan

Banyak orang merasa bangga dengan apa yang mereka miliki.

Saat mereka kaya dengan ilmu atau pun harta, maka akan sangat sulit untuk berbagi dan takut untuk disaingi.

Ketika orang menjadi sombong, mereka akan haus dengan pujian-pujian.

Kita dilahirkan dengan telanjang. Tidak ada bayi yang lahir dengan membawa gelar atau pun kekayaan.

Kita lahir pun juga karena pertolongan orang lain, kita tidak bisa lahir dengan sendirinya. Seorang ibu dengan bantuan dokter, bersama-sama berjuang melawan maut untuk melahirkan kita.

Lalu apa yang pantas untuk kita sombongkan?

Kesombongan dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Saat kita sombong, kita akan menjadi egois dan tidak membutuhkan orang lain.

Bagaimana saat kita mengalami kesukaran?

Dapatkah kita meminta pertolongan pada "kesombongan" itu sendiri?

Kesombongan dapat menjadi alat pembunuh untuk diri sendiri.

Kesombongan yang kita miliki dapat melukai perasaan orang-orang di sekitar kita. Dan sampai pada saatnya nanti, luka itu akan kembali pada kita.

Sombong itu tidak abadi. kerendahan hati membawa kenangan yang tak terlupakan. semoga bermanfaat.

Silahkan berbagi jika ini bermakna dan berkenan mendidik pemahaman anda.

Sumber: Facebook Pendidikan Karakter
Twitter: @penakarakter
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Masalah Hidup: Pahitnya Hidup

Ada seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang menghadapi masalah.

Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.

Pak tua bijak hanya mendengar dengan seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu mengambil segelas air.

Ditaburkanlah serbuk pahit itu ke dlm gelas dan diaduk perlahan, "Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya?" Ujar pak tua

"Pahit sekali....." Jawab pemuda itu

Pak tua itu tersenyum, mengajak pemuda itu untuk berjalan ke tepi danau di belakang rumahnya.

Mereka berjalan berdampingan & akhirnya sampailah mereka berdua ke tepi danau yang tenang itu. Sesampai disana, pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke danau itu dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya,

"Coba ambil air dari danau itu dan minumlah"

Saat si pemuda mereguk air itu, pak tua bertanya lagi, "Bagaimana rasanya...?"

"Segar...." sahut si pemuda....

" Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu?" Tanya pak tua itu

" Tidak...." Sahut pemuda itu.

Pak tua itu tertawa sambil berkata "Anak muda..." Dengarkan baik-baik, pahitnya kehidupan sama seperti segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnya pun sama dan memang akan tetap sama.

Tapi "INGAT.." kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.

*Jadi saat kita merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yang kita dapat lakukan:

"Luaskan dan perbesar kapasitas hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu" Hati kita adalah wadah itu.

Jangan jadikan hati kita seperti gelas, tetapi buatlah hati kita seperti danau yang besar dan mampu menampung setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian

Semoga bermanfaat
(jika ada manfatnya, silahkan berbagi dengan sesama)

Sumber: Facebook: Pendidikan Karakter/ twitter: @penakarakte
Powered by Telkomsel BlackBerry®