Wednesday, May 28, 2014

SURAT GEMBALA KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA MENYAMBUT PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN 9 JULI 2014

PILIHLAH SECARA BERTANGGUNGJAWAB,
BERLANDASKAN SUARA HATI

Segenap Umat Katolik Indonesia yang terkasih,

Kita bersyukur karena salah satu tahap penting dalam Pemilihan Umum 2014 yaitu pemilihan anggota legislatif telah selesai dengan aman. Kita akan memasuki tahap berikutnya yang sangat penting dan menentukan perjalanan bangsa kita ke depan. Pada tanggal 9 Juli 2014 kita akan kembali memilih Presiden dan Wakil Presiden yang akan memimpin bangsa kita selama lima tahun ke depan. Marilah Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden ini kita jadikan kesempatan untuk memperkokoh bangunan demokrasi serta sarana bagi kita untuk ambil bagian dalam membangun dan mangembangkan negeri tercinta kita agar menjadi damai dan sejahtera sesuai dengan cita-cita kemerdekaan bangsa kita.

Ke depan bangsa kita akan menghadapi tantangan-tantangan berat yang harus diatasi di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden yang baru, misalnya masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial, pendidikan, pengangguran, tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Masalah dan tantangan lain yang tidak kalah penting adalah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, kerusakan lingkungan hidup dan upaya untuk mengembangkan sikap toleran, inklusif dan plural demi terciptanya suasana rukun dan damai dalam masyarakat. Tantangan-tantangan yang berat ini harus diatasi dengan sekuat tenaga dan tanpa henti. Kita semua berharap semoga di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden yang akan terpilih, bangsa Indonesia mampu menghadapi, mengatasi dan menyelesaikan masalah-masalah itu.

Kami mendorong agar pada saat pemilihan mendatang umat memilih sosok yang mempunyai integritas moral. Kita perlu mengetahui rekam jejak para calon Presiden dan Wakil Presiden, khususnya mengamati apakah mereka sungguh-sungguh mempunyai watak pemimpin yang melayani dan yang memperjuangkan nilai-nilai sesuai dengan Ajaran Sosial Gereja : menghormati kehidupan dan martabat manusia, memperjuangkan kebaikan bersama, mendorong dan menghayati semangat solidaritas dan subsidiaritas serta memberi perhatian lebih kepada warga negara yang kurang beruntung. Kita sungguh mengharapkan pemimpin yang gigih memelihara, mempertahankan dan mengamalkan Pancasila. Oleh karena itu kenalilah sungguh-sungguh para calon sebelum menjatuhkan pilihan.

Agar pemilihan Presiden dan Wakil Presiden bisa berjalan dengan langsung, umum, bebas dan rahasia serta berkualitas, kita harus mau terlibat. Oleh karena itu kalau saudara dan saudari memiliki kesempatan dan kemampuan, sungguh mulia jika Anda bersedia ikut menjaga agar tidak terjadi kecurangan pada tahap-tahap pemilihan. Hal ini perlu kita lakukan melulu sebagai wujud tanggungjawab kita, bukan karena tidak percaya kepada kinerja penyelenggara Pemilu.

Kami juga menghimbau agar umat katolik yang terlibat dalam kampanye mengusahakan agar kampanye berjalan dengan santun dan beretika, tidak menggunakan kampanye hitam dan tidak menggunakan isu-isu SARA. Khususnya kami berharap agar media massa menjalankan jurnalisme damai dan berimbang. Pemberitaan media massa hendaknya mendukung terciptanya damai, kerukunan serta persaudaraan, mencerdaskan dan tidak melakukan penyesatan terhadap publik, sebaliknya menjadi corong kebenaran.

Marilah kita berupaya sungguh-sungguh untuk mempertimbangkan dan menentukan pilihan dengan hati dan pikiran yang jernih. Konferensi Waligereja Indonesia menyerukan agar saudara-saudari menggunakan hak untuk memilih dan jangan tidak ikut memilih. Hendaknya pilihan Anda tidak dipengaruhi oleh uang atau imbalan-imbalan lainnya. Sikap demikian merupakan perwujudan ajaran Gereja yang menyatakan, "Hendaknya semua warga negara menyadari hak maupun kewajibannya untuk secara bebas menggunakan hak suara mereka guna meningkatkan kesejahteraan umum" (Gaudium et Spes 75).

Pada akhirnya, marilah kita dukung dan kita berikan loyalitas kita kepada siapa pun yang akan terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014 – 2019. Segala perbedaan pendapat dan pilihan politik, hendaknya berhenti saat Presiden dan Wakil Presiden terpilih dilantik pada bulan Oktober 2014. Kita menempatkan diri sebagai warga negara yang baik, menjadi seratus prosen Katolik dan seratus prosen Indonesia, karena kita adalah bagian sepenuhnya dari bangsa kita, yang ingin menyatu dalam kegembiraan dan harapan, dalam keprihatinan dan kecemasan bangsa kita (bdk GS 1).

Marilah kita mengiringi proses pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dengan memohon berkat dari Tuhan, agar semua berlangsung dengan damai dan berkualitas dan dengan demikian terpilihlah pemimpin yang tepat bagi bangsa Indonesia. Semoga Bunda Maria, Ibu segala bangsa, senantiasa melindungi bangsa dan negara kita dengan doa-doanya.


Jakarta, 26 Mei 2014


KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA


+ I. Suharyo + Y. Pujasumarta
Ketua Sekretaris Jendral



Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, May 27, 2014

Fitnah (= gosip) itu mirip kasus bulu ayam

Seorang murid datang kepada sang guru kebijaksanaan. Ia bertanya kepada sang guru apa yang harus dilakukan karena ia sudah memfitnah tanpa sengaja teman baiknya. Tanpa sengaja, karena semua dianggapnya informasi yang dikatakannya dikira benar; tetapi belakangan ternyata ia sadar itu salah.

Maka sang guru mengatakan: "renungkan apa yang akan kamu lakukan, dengan cara kamu keliling desa ini sambil berjalan kamu cabuti bulu ayam ini sampai kamu kembali sampai di padepokan ini lagi." – kata sang guru sambil memberikan seekor ayam yang telah disembelih untuk dicabuti bulunya.

Si murid melakukan perintah sang guru. Ia berjalan sambil terus mencabuti bulu ayam itu satu per satu.

Dan sampailah ia kembali di pertapaan dan berjumpa sang guru. Ia serahkan kembali ayam yang telah bersih itu kepada sang guru.

Sang guru bertanya: "Lho, di mana bulu-bulu ayam itu kamu simpan?"

Murid: "Ya saya buang di sepanjang jalan. Kata guru sambil suruh merenung, maka saya tidak mengumpulkan bulu-bulu itu ...."

Guru: "Baiklah, sekarang silahkan kamu keliling dan punguti kembali bulu ayam yang kamu buang tadi ... janganlah mengotori desa dengan sampah yang tidak perlu dan tidak baik ....."

Murid pun menaati perintah sang guru dan kembali menyusuri jalan yang tadi ia lalui dan memunguti kembali bulu-bulu ayam yang ia buang. Sayangnya yang bisa ia temukan hanya sebagian kecil. Sebagian besar lain telah terbawa angin entah ke mana ....

Murid: "Maaf guru, saya hanya bisa mengumpulkan ini; yang lain sudah tidak bisa saya temukan lagi, mungkin sudah dibawa angin entah ke mana ...."

Guru: "Nah, kamu telah belajar banyak. Fitnah (= gosip) itu mirip kasus bulu ayam itu. Menyebarkannya mudah. Tetapi membersihkannya kembali sulit, bahkan mustahil ..... Belajarlah dari peristiwa ini. "

 

Begitulah ..... peristiwa negara kita juga bisa menjadi guru yang baik bagi kita semua.

Semoga kita tidak ikut menambah jumlah bulu yang berhamburan di negeri ini.....

Milis APIK
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, May 02, 2014

Keintiman dengan Tuhan

Ada cerita Skotlandia kuno tentang seorang bocah miskin yang mengembalakan ternaknya di punggung gunung.

Suatu hari, ia melihat sebuah bunga cantik. Begitu cantiknya, ia tidak dapat menahan diri untuk tidak memetiknya.
Pada saat ia memetik bunga itu, terdengarlah suara. 

Ketika ia menengadah, ia melihat dinding gunung itu terbuka dan muncul sebuah gua yang di dalamnya berisi Permata dan logam berharga.
Ia melangkah masuk ke gua itu, meletakkan bunganya dan mulai memungut : emas, perak, batu-batuan mulia sebanyak banyaknya.

Ketika tangannya sudah penuh dan hendak keluar, terdengarlah suara :
"Jangan lupakan yang terbaik"
Ia berbalik dan memungut lebih banyak benda-benda berharga itu.
Ketika ia keluar dari gua itu, gua itupun menutup dan gunung itu kembali seperti sedia kala.

Pada saat itulah,... semua yang ada di tangannya berubah menjadi debu.
Suara itu kembali berkata, "kamu melupakan yang terbaik. Bunga itu adalah kunci untuk membuka gua itu ".

Cerita itu menggambarkan realita kehidupan orang masa kini. 
Pada mulanya seorang mencari Tuhan, mendekat pada Tuhan, haus dan rindu mendengar suara Tuhan.
Sejalan dengan itu, kehidupannya tambah diberkati Tuhan.
Tuhan melimpahinya dengan apa yang menyenangkan hatinya.
Tetapi lama kelamaan,...  rasa haus akan Tuhan bergeser menjadi rasa haus akan berkat-berkat Tuhan.

Ahkirnya, di dalam kegairahan mencari berkat Tuhan, ia kehilangan apa yang paling penting. Yaitu : KEINTIMAN dengan Tuhan sendiri.

Kesibukannya dalam urusan berkat Tuhan justru membuatnya menjauh dari Tuhan.

Ia lupa bahwa tanpa "kunci" itu, yaitu keintiman dengan Tuhan, semua berkat itu adalah debu....

Ketika ia kehilangan apa yang sejatinya paling berarti yaitu hubungan dengan Tuhan, maka apa yang dianggapnya paling berarti, yaitu berkat-berkat Tuhan ternyata hanya debu ....

GOD Bless All

Have a blessed n enjoyable Day.

Sumber: milis APIK
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, February 17, 2014

10 Sikap Hidup Bahagia

1. Lepaskanlah Rasa Kuatir & Ketakutan.
Ketakutan & kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi, kebanyakan hal-hal yang Anda kuatirkan & takutkan tak pernah terjadi! It's all only in mind.

2. Buanglah Dendam.
Dendam & Amarah yg disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda & hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA, BUANGLAH!!

3. Berhentilah Mengeluh.
Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yang ada saat ini, secara tak sadar Anda membawa-bawa beban negatif.

4. Bila Ada Masalah, Selesaikan Satu Persatu.
Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu.

5. Tidurlah dengan Nyenyak.
Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk & tak sehat, biasakanlah tidur dengan nyaman.

6. Jauhi Urusan Orang Lain.
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri untukmenangani setiap masalahnya.

7. Hiduplah Pada Saat ini, Bukan Masa Lalu.
Nikmati masa lalu sebagai kenangan, Jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yg Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. "Be totally present"

8. Jadilah Pendengar Yang Baik.
Saat menjadi pendengar, Anda belajar & mendapatkan ide-ide baru berbeda dari org lain.

9. Berpikirlah Positif.
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dgn orang2x yg berpikiran positif & terlibatlah dengan kegiatan positif.

10. Bersyukurlah.
Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa Anda pada hal-hal besar

semoga bermanfaat.
(* facebook.com/pendidikan karakter)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, December 16, 2013

Doa Damai (St Fransiskus Assisi)

TUHAN, jadikanlah aku pembawa damai.
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi keputus-asaan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita.
Ya Tuhan Allah,
ajarlah aku untuk lebih suka menghibur daripada dihibur;
mengerti daripada dimengerti;
mengasihi daripada dikasihi;
sebab dengan memberi kita menerima;
dengan mengampuni kita diampuni,
dan dengan mati suci kita dilahirkan ke dalam Hidup Kekal.

Amin.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, November 26, 2013

PESAN NATAL BERSAMA PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) TAHUN 2013

"Datanglah, ya Raja Damai"
(Bdk. Yes. 9:5)

Saudara-saudari terkasih,
segenap umat Kristiani Indonesia,
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

1. Kita kembali merayakan Natal, peringatan kelahiran Yesus Kristus Sang Juruselamat dunia. Perayaan kedatangan-Nya selalu menghadirkan kehangatan dan pengharapan Natal bagi segenap umat manusia, khususnya bagi umat Kristiani di Indonesia. Dalam peringatan ini kita menghayati kembali peristiwa kelahiran Yesus Kristus yang diwartakan oleh para Malaikat dengan gegap gempita kepada para gembala di padang Efrata, komunitas sederhana dan terpinggirkan pada jamannya (bdk. Luk. 2:8-12). Selayaknya, penyampaian kabar gembira itu tetap menggema dalam kehidupan kita sampai saat ini, dalam keadaan apapun dan dalam situasi bagaimanapun.

Tema Natal bersama PGI dan KWI kali ini diilhami suatu ayat dalam Kitab Nabi Yesaya 9:5 "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita; seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang; Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai". Kekuatan pesan sang nabi tentang kedatangan Mesias dibuktikan dari empat gelar yang dijabarkan dalam nubuat tersebut, yaitu: 1). Mesias disebut "Penasihat ajaib", karena Dia sendiri akan menjadi keajaiban adikodrati yang membawakan hikmat sempurna dan karenanya, menyingkapkan rencana keselamatan yang sempurna. 2). Dia digelari "Allah yang perkasa", karena dalam DiriNya seluruh kepenuhan ke-Allah-an akan berdiam secara jasmaniah (bdk. Kol. 2:9, bdk. Yoh. 1:1.14). 3). Disebut "Bapa yang kekal" karena Mesias datang bukan hanya memperkenalkan Bapa Sorgawi, tetapi Ia sendiri akan bertindak terhadap umat-Nya secara kekal bagaikan seorang Bapa yang penuh dengan belas kasihan, melindungi dan memenuhi kebutuhan anak-anak-Nya (Bdk. Mzm. 103:3). 4). Raja Damai, karena pemerintahan-Nya akan membawa damai bagi umat manusia melalui pembebasan dari dosa dan kematian (bdk. Rm. 5:1; 8:2).

2. Seiring dengan semangat dan tema Natal tahun ini, kita menyadari bahwa Natal kali ini tetap masih kita rayakan dalam suasana keprihatinan untuk beberapa situasi dan kondisi bangsa kita. Kita bersyukur bahwa Konstitusi Indonesia menjamin kebebasan beragama. Namun, dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara, kita masih merasakan adanya tindakan-tindakan intoleran yang mengancam kerukunan, dengan dihembuskannya isu mayoritas dan minoritas di tengah-tengah masyarakat oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan kekuasaan. Tindakan intoleran ini secara sistematis hadir dalam berbagai bentuknya. Selain itu, di depan mata kita juga tampak perusakan alam melalui cara-cara hidup keseharian yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan seperti kurang peduli terhadap sampah, polusi, dan lingkungan hijau, maupun dalam bentuk eksploitasi besar-besaran terhadap alam melalui proyek-proyek yang merusak lingkungan.

Hal yang juga masih terus mencemaskan kita adalah kejahatan korupsi yang semakin menggurita. Usaha pemberantasan sudah dilakukan dengan tegas dan tak pandang bulu, tetapi tindakan korupsi yang meliputi perputaran uang dalam jumlah yang sangat besar masih terus terjadi. Hal lain yang juga memprihatinkan adalah lemahnya integritas para pemimpin bangsa. Bahkan dapat dikatakan bahwa integritas moral para pemimpin bangsa ini kian hari kian merosot. Disiplin, kinerja, komitmen dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat digerus oleh kepentingan politik kekuasaan. Namun demikian, kita bersyukur karena Tuhan masih menghadirkan beberapa figur pemimpin yang patut dijadikan teladan. Kenyataan ini memberi secercah kesegaran di tengah dahaga dan kecewa rakyat atas realitas kepemimpinan yang ada di depan mata.

3. Karena itu, Gema tema Natal 2013 "Datanglah, Ya raja Damai" menjadi sangat relevan. Nubuat Nabi Yesaya sungguh memiliki kekuatan dalam ungkapannya. Seruan ini mengungkapkan sebuah doa permohonan dan sekaligus harapan akan datangnya sang pembawa damai dan penegak keadilan (bdk. "Penasihat Ajaib").
Doa ini dikumandangkan berangkat dari kesadaran bahwa dalam situasi apapun, pada akhirnya "Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal," Dialah yang memiliki otoritas atas dunia ciptaan-Nya. Dengan demikian, semangat Natal adalah semangat merefleksikan kembali arti Kristus yang sudah lahir bagi kita, yang telah menyatakan karya keadilan dan perdamaian dunia, dan karenanya pada saat yang sama, umat berkomitmen untuk mewujudkan kembali karya itu, yaitu karya perdamaian di tengah konteks kita. Tema ini sekaligus mengacu pada pengharapan akan kehidupan kekal melalui kedatangan-Nya yang kedua kali sebagai Hakim yang Adil. Semangat tema ini sejalan dengan tekad Gereja-gereja sedunia yang ingin menegakkan keadilan, sebab kedamaian sejati tidak akan menjadi nyata tanpa penegakan keadilan.
Karena itu, dalam pesan Natal bersama kami tahun ini, kami hendak menggarisbawahi semangat kedatangan Kristus tersebut dengan sekali lagi mendorong Gereja-gereja dan seluruh umat Kristiani di Indonesia untuk tidak jemu-jemu menjadi agen-agen pembawa damai dimana pun berada dan berkarya. Hal itu dapat kita wujudkan antara lain dengan:
· Terus mendukung upaya-upaya penegakkan keadilan, baik di lingkungan kita maupun dalam lingkup yang lebih luas. Hendaklah kita menjadi pribadi-pribadi yang adil dan bertanggung jawab, baik dalam lingkungan keluarga, pekerjaan, gereja, masyarakat dan dimana pun Allah mempercayakan diri kita berkarya. Penegakkan keadilan, niscaya diikuti oleh sikap hidup yang berintegritas, disiplin, jujur dan cinta damai.
· Terus memberi perhatian serius terhadap upaya-upaya pemeliharaan, pelestarian dan pemulihan lingkungan. Mulailah dari sikap diri yang peduli terhadap kebersihan dan keindahan alam di sekitar kita, penghematan pemakaian sumber daya yang tidak terbarukan, serta bersikap kritis terhadap berbagai bentuk kegiatan yang bertolak belakang dengan semangat pelestarian lingkungan. Dengan demikian kita juga berperan dalam memberikan keadilan dan perdamaian terhadap lingkungan serta generasi penerus kita.
· Semangat cinta damai dan hidup rukun menjadi dasar yang kokoh dan modal yang sangat penting untuk menghadapi agenda besar bangsa kita, yaitu Pemilu legislatif maupun Pemilu Presiden-Wakil Presiden tahun 2014 yang akan datang.
Saudara-saudara terkasih,
Marilah kita menyambut kedatangan-Nya sambil terus mendaraskan doa Santo Fransiskus dari Asisi ini:

Tuhan,
Jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih
Bila terjadi penghinaan jadikanlah aku pembawa pengampunan

Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang,

Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur,
Memahami dari pada dipahami, mencintai dari pada dicintai,
Sebab dengan memberi aku menerima
Dengan mengampuni aku diampuni
Dengan mati suci aku bangkit lagi, untuk hidup selama-lamanya.
Amin

SELAMAT NATAL 2013 DAN TAHUN BARU 2014
Jakarta, 18 November 2013
Atas nama
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA KONFERENSI WALIGEREJA
DI INDONESIA (PGI), INDONESIA (KWI),


Pdt. Dr. A.A. Yewangoe Mgr. I. Suharyo
Ketua Umum Ketua


Pdt. Gomar Gultom Mgr. J.M. Pujasumarta
Sekretaris Umum Sekretaris Jendral

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, November 06, 2013

MAKNA TANDA SALIB

Banggakah  anda menjadi sorang Katolik ?
Apapun jawaban anda, ada satu keistimewaan orang Katolik yaitu Tanda Salib.

Mengapa demikian ?

Tanda Salib merupakan suatu rangkaian  DOA  SINGKAT tetapi sangat padat dalam maknanya.

DALAM NAMA BAPA (di dahi).
Hal ini menandakan bahwa Allah Bapa merencanakan, menciptakan dan menyelenggarakan segala sesuatunya.
Otak merupakan susunan syaraf pusat merupakan pusat segalanya, tempat kita berpikir, berimainasi dan merencanakan.
Bapa yg telah merencanakan Putra-Nya datang ke dunia sebagai Penyelamat, adalah penyelenggara segala karya dan hidup Yesus.
maka kita melanjutkan dengan :

DAN PUTRA (di pusar).
Disini sering terjadi kesalahan karena banyak yg melakukannya di dada (horizontal dengan Roh Kudus0.
SEharusnya di pusar, karena tali pusar adalah tali kehidupan, tali yg menyambung antara ibu dan anak. Disinilah janin mendapat makanan dan minuman serta curahan kehidupan. Karya Yesus juga dimulai semenjak kita masih berupa janin, dan Dia harus meninggalkan kita dan kembali kepada Bapa-Nya.

DAN ROH KUDUS (Bahu kiri, horizontal, hubungan dengan manusia)
Bapa yg menyelenggarakan hidup kita dgn mengirimkan Roh Kudus-Nya untuk memurnikan dan membakar dosa2 kita hingga musnah, mendampingi kita, melindungi, menghibur, mengajarkan ttg kebenaran, membimbing dan menjaga kita; maka selayaknya kita senantiasa harus bersyukur, memuji dan memuliakan Dia. Kita harus selalu mengundang dan menghadirkan Allah Tritinggal dalam setiap kehidupan kita, Ia akan setia mendampingi kita sampai kedatanganAllah Putra kembali.

Amin (Bahu kanan)
Amin mengandung arti kesetiaan Allah terhadap kita dan iman kepercayaan kita kepada-Nya.

Tanda Salib merupakan pengormatan kita kepada Allah Tritunggal dan sekaligus merupakan tanda persatuan persaudaraan dalam IMAN kepada Yesus Kristus lewat sarana Katolik. Ketika kita melihat orang membuat Tanda Salib baik di restoran, di arena sport, dalam upacara dll; dalam hati kita akan bilang, "Oh, orang itu orang Katolik. Dia saudara kita yang seiman." (By John Lefthew, SJ)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Palu Menghancurkan Kaca, Tetapi Palu Membentuk Baja

Palu Menghancurkan Kaca, Tetapi Palu Membentuk Baja

Apa makna dari pepatah kuno diatas?

Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu/masalah menghantam, kita akan mudah putus asa, frustasi, kecewa, marah, dan jadi remuk redam. Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.

Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. "Mental baja" adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur di saat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.

Mengapa demikian? Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa "masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik". Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mereka yang bermental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.

Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru!

Jika kita adalah "baja", kita akan selalu melihat palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita. Sebaliknya jika kita "kaca" maka kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita

Sumber: facebook/pendidikan karakter
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, October 17, 2013

Anda selalu bisa Memilih

"Hidup ini begitu Indah. Karena banyaknya pilihan yang ada di depan mata, semua bergantung kepada kita"

Ketika bangun pagi, Anda slalu punya pilihan untuk menyikapi hari tersebut dengan suka cita atau dengan beban yang berat.
Ketika berada di kemacetan, anda punya pilihan untuk mengeluh atau menikmati duduk di mobil sambil mendengarkan lagu.

Ketika dimarahi atasan, Anda bisa memilih untuk membencinya atau menganggapnya sebagai guru yang memberi nasehat kepada muridnya.
Kalau seseorg mengatakan saya tidak punya pilihan dalam hidup ini, dan akhirnya mencoba mengakhiri hidupnya, berarti orang tersebut belum memaknai hidupnya dengan baik dan benar.

Ingatlah apa yang Anda alami saat ini, slalu lihat dari perspektif yang positif. Jangan terlalu cepat merespons dengan hal yg negatif yang justru memperkeruh situasi dan merusak pola pikir Anda.

Jika Anda dilanda kebingungan, sehingga tidak tahu ada pilihan lain, tenangkan sejenak pikiran Anda. Ambil waktu untuk melakukan refleksi diri dengan melihat satu masalah dari dua pandangan.

Pilihan Anda utk melihat sisi positif akan mengubah hidup Anda dan keputusan Anda.
Ingat, keputusan besar dimulai dari pikiran kita sendiri dan Bijaksanalah. semoga bermanfaat

follow us on twitter: @penakarakter
Sumber: facebook/pendidikankarakter
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Saturday, October 05, 2013

10 KEPRIBADIAN LUAR BIASA

1. TULUS -- Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi.

2. RENDAH HATI -- Hanya orang yang kuat batinnya yang bisa bersikap rendah hati. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain.

3. SETIA -- Orang yang setia bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak berkhianat.

4. POSITIVE THINKING -- Orang berpikiran positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun.

5. CERIA -- Artinya bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh, dan selalu berusaha meraih kegembiraan.

6. TANGGUNG JAWAB -- Ia akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau salah, berani mengakuinya dan tidak mencari kesalahan orang lain.

7. PECAYA DIRI -- Mampu menerima dirinya sebagaimana adanya,
menghargai dirinya dan orang lain. Juga mudah menyesuaikan diri
dengan lingkungannya.

8. BERJIWA BESAR -- Ia tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar!

9. EASY GOING -- Maksudnya, tidak suka membesar-besarkan masalah kecil atau berusaha mengecilkan masalah besar. Dia tidak mau pusing dengan masalah yang berada di luar kontrolnya.

10. EMPATI -- Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Sumber: facebook: pendidikan karakter
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, September 20, 2013

Hanya jika anda tahu.... (bacalah selagi sempat)

Matahari TANPA sinar tidak layak disebut matahari, DEMIKIAN juga dengan diri kita.
Kita adalah MATAHARI yang seharusnya memancarkan sinar, SEKALIPUN mendung kelabu menutupi pandangan orang UNTUK melihat keindahan cahaya kita.

"BUKAN karena hari ini INDAH kita BAHAGIA, tapi karena kita BAHAGIA maka hari ini menjadi INDAH"

BUKAN karena tidak ada "RINTANGAN" kita menjadi "OPTIMIS", tapi karena kita "OPTIMIS" maka "RINTANGAN" menjadi tidak terasa.

BUKAN karena "MUDAH", kita "YAKIN BISA". Tapi karena kita "YAKIN BISA" maka semuanya JADI "MUDAH".

BUKAN karena semua "BAIK" maka kita "TERSENYUM",
tapi karena kita "TERSENYUM" maka semua menjadi "BAIK".

BUKAN karena kita mengucap "SYUKUR" maka "KEBAHAGIAAN" terasa dekat. Tapi "BERSYUKURLAH" maka "KEBAHAGIAAN" senantiasa dekat.

Tidak ada hari yang menyulitkan kecuali kita "SENDIRI" yang membuatnya menjadi "SULIT".

JANGAN pernah mengeluh dengan adanya "KESULITAN", karena "KESULITAN" lah yang telah BIKIN kita lebih BAIK dan KUAT dari sebelumnya.

Sesungguhnya KUNCI sukses dalam hidup ini adalah SELALU mengucap syukur.

Sumber: facebook pendidikan karakter
twitter: @penakarakter
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, September 19, 2013

Kekosongan dan Kesombongan

Banyak orang merasa bangga dengan apa yang mereka miliki.

Saat mereka kaya dengan ilmu atau pun harta, maka akan sangat sulit untuk berbagi dan takut untuk disaingi.

Ketika orang menjadi sombong, mereka akan haus dengan pujian-pujian.

Kita dilahirkan dengan telanjang. Tidak ada bayi yang lahir dengan membawa gelar atau pun kekayaan.

Kita lahir pun juga karena pertolongan orang lain, kita tidak bisa lahir dengan sendirinya. Seorang ibu dengan bantuan dokter, bersama-sama berjuang melawan maut untuk melahirkan kita.

Lalu apa yang pantas untuk kita sombongkan?

Kesombongan dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Saat kita sombong, kita akan menjadi egois dan tidak membutuhkan orang lain.

Bagaimana saat kita mengalami kesukaran?

Dapatkah kita meminta pertolongan pada "kesombongan" itu sendiri?

Kesombongan dapat menjadi alat pembunuh untuk diri sendiri.

Kesombongan yang kita miliki dapat melukai perasaan orang-orang di sekitar kita. Dan sampai pada saatnya nanti, luka itu akan kembali pada kita.

Sombong itu tidak abadi. kerendahan hati membawa kenangan yang tak terlupakan. semoga bermanfaat.

Silahkan berbagi jika ini bermakna dan berkenan mendidik pemahaman anda.

Sumber: Facebook Pendidikan Karakter
Twitter: @penakarakter
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Masalah Hidup: Pahitnya Hidup

Ada seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang menghadapi masalah.

Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.

Pak tua bijak hanya mendengar dengan seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu mengambil segelas air.

Ditaburkanlah serbuk pahit itu ke dlm gelas dan diaduk perlahan, "Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya?" Ujar pak tua

"Pahit sekali....." Jawab pemuda itu

Pak tua itu tersenyum, mengajak pemuda itu untuk berjalan ke tepi danau di belakang rumahnya.

Mereka berjalan berdampingan & akhirnya sampailah mereka berdua ke tepi danau yang tenang itu. Sesampai disana, pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke danau itu dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya,

"Coba ambil air dari danau itu dan minumlah"

Saat si pemuda mereguk air itu, pak tua bertanya lagi, "Bagaimana rasanya...?"

"Segar...." sahut si pemuda....

" Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu?" Tanya pak tua itu

" Tidak...." Sahut pemuda itu.

Pak tua itu tertawa sambil berkata "Anak muda..." Dengarkan baik-baik, pahitnya kehidupan sama seperti segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnya pun sama dan memang akan tetap sama.

Tapi "INGAT.." kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.

*Jadi saat kita merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yang kita dapat lakukan:

"Luaskan dan perbesar kapasitas hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu" Hati kita adalah wadah itu.

Jangan jadikan hati kita seperti gelas, tetapi buatlah hati kita seperti danau yang besar dan mampu menampung setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian

Semoga bermanfaat
(jika ada manfatnya, silahkan berbagi dengan sesama)

Sumber: Facebook: Pendidikan Karakter/ twitter: @penakarakte
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, June 07, 2013

Kata: Terimakasi, Maaf dan Tolong

Kisah ini terjadi di sebuah pesta perpisahan sederhana tentang pengunduran diri seorang direktur.

Diαdαkanlah sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada Sang Direktur yang akan segera memasuki masa pensiun.

Karena waktu terbatas, kesempatan pernyataan tersebut dipersilahkan dalam bentuk tulisan. Di antara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah tulisan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.

Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut :

• Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata TOLONG, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya.

• Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan MAAF, saat Bapak menegur, mengingatkan, dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah saya perbuat, karena Bapak ingin saya mengubahnya menjadi kebaikan.

• Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan TERIMA KASIH kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.

• Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya, sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun Bapak adalah Pak Direktur buat saya.

• Terima kasih sekali lagi. Semoga kebajikan melindungi jalan di mana pun Pak Direktur berada.

Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan.

Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.

3 kata :

1. TERIMA KASIH

2. MAAF

3. TOLONG

adalah kalimat pendek yang sederhana tetapi mempunyai dampak yang sangat positif.

Dengan mampu menghargai orang lain, minimal kita telah menghargai diri kita sendiri ....

(BBM)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, June 04, 2013

“Bambu dan pakis beda, tapi keduanya membuat hutan menjadi indah”

Alkisah "Ada seorang pria yang putus asa & mau meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan & berhenti hidup.

Lalu ia pergi ke hutan untuk bicara yg terakhir kalinya dgn Tuhan, "Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yg baik untuk jangan berhenti hidup & menyerah ?"

Jawaban Tuhan sangat mengejutkan, "Coba lihat ke sekitarmu... Apakah kamu melihat pakis & bambu ?"

"Ya" jawab pria itu.

"Ketika menanam benih pakis & benih bambu, AKU merawat keduanya secara sangat baik. AKU memberi keduanya cahaya, memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi, daunnya yg hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu benih bambu tidak menghasilkan apapun, tapi AKU tidak menyerah.

Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yg muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu, tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun keempat, masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah" kata TUHAN

Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.

Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.

Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.

Akar ini membuat bambu kuat & memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.

AKU tak akan memberi cobaan yg tak sangup diatasi ciptaan-Ku" kata TUHAN kepada pria itu.

"Tahukah kamu, anak-Ku... Di saat menghadapi semua kesulitan & perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?"

"AKU tidak meninggalkan bambu itu, AKU juga tak akan meninggalkanmu"

"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Tuhan.

"Bambu mempunyai tujuan yang beda dgn pakis, Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah"

"Waktumu akan datang... Kamu akan menanjak & menjulang tinggi"

Bersabarlah dan banyaklah untuk belajar lagi, waktumu pasti akan tiba.

Slmt brJuang Șa͡​Æ—Æša͡​ßa͡​T 2 ku, Jadilah Pemenang

(Dari teman via BBM)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, April 23, 2013

Ibarat Gembala dan Domba-Nya

Mengingat seorang tokoh pasti kita teringat akan satu ciri atau karakteristik is tokoh tersebut. Ciri atau karakteristik tersebut bisa berupa hal positif bisa juga hal negatif.

Ketika teringat akan SBY, kita teringat akan tutur kata dan bahasanya yang santun. Ketika teringat Jokowi, kita teringat pembawaannya yang sederhana dan kalem.

Begitu juga dengan tokoh-tokoh besar agama. Mendengar Yesus kita teringat akan ajaran kasih-Nya. Kita teringa juga akan sebutan gembala dan domba. Yesus mengibaratkan diriNya sebagai Gembala, dan orang yang percaya kepada-Nya sebagai domba.

Terkait domba Yesus pernah berkata: "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka"

Gembala mengenal domba, dan domba mengenal suara gembala. Bila ada gembala lain datang, pasti ketahuan oleh domba-domba.

Berikut kutipan bacaan Injil tentang siapa Yesus bagi domba-domba-Nya. Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."
Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:22-30)

Barang siapa percaya pada Yesus, ia pasti mengingat ajaran kasih kepada Tuhan dan sesama. Ia juga tahu bahwa Yesus akan memimpin mereka sebaga domba. Gembala tidak akan membiarkan satu pun domba-Nya binasa. Amin
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, April 22, 2013

Melalui Pintu, bukan Jendela

Pintu merupakan jalan memasuki sebuah ruangan. Pintu rumah adalah jalan masuk ke rumah. Pintu gerbang adalah jalan masuk menuju suatu pekarangan gedung perkantoran, tempat wisata, dan lain sebagainya.

Pintu merupakan jalan sah dan resmi untuk masuk. Masuk tanpa melalui pintu, berarti melanggar jalan yang benar.

Ketika kita sudah masuk lewat pintu, kita akan dapat melihat, menikmati, merasakan apa saja yang ada di dalam ruanganm itu karena sesuai dengan jalan atau cara yang benar. Kita akan memperoleh hak jika kewajiban kita sudah terpenuhi.

Dalam BACAAN INJIL - Yohanes 10:1-10 dikatakan bahwa PINTU untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga adalah Yesus. Dialah jalan menuju sorga, menuju kehidupan kekal, menuju Allah. Jika ada orang masuk bukan dari pintu, ia adalah perampok. Inilah perumpamaan tentang pintu masuk sorga.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan
ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka
dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari
padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal." Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.

Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala
kelimpahan.

Perumpamaan ini menunjukkan bahwa Yesus, bukan yang lain, sebagai jalan menuju Kerajaan Sorga. Ini merupakan kebenaran dari Yesus sendiri. Melalui Pintu tersebut orang yang percaya kepada-Nya akan beroleh hidup kekal dan kebahagiaan. Amin
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, April 19, 2013

Berkorban dan Berbagi

Bagi orang Kristiani, Yesus dilihat sebagai Roti Hidup yang diberikan Allah kepada dunia supaya hidup. Roti hidup menjadi bekal sehari-hari agar kuat menjalani hidup.

Pandangan itu berasal dari pernyataan-pernyataan yang disampaikan Yesus. Yesus pernah berkata: "Akulah roti hidup". Di lain kesempatan, ia berkata: Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.

Pada malam perjamuan terakhir, sebelum penyalibanNya, Yesus mengambil roti dan piala berisi anggur seraya mengucap syukur sambil berkata: Makanlah, inilah tubuhKu, minumlah, inilah darahKu yang dikurbankan bagimu dan semua orang.

Jelaslah, bahwa roti atau daging merupakan lambang diri Yesus yang dikorbankan, diri Yesus adalah Sabda Allah yang menjadi manusia, Jalan dan Kebenaran dan kehidupan. Barang siapa percaya dan menghayati Sabda Allah itu, maka ia beroleh hidup, hidup yang kekal dan bahagia.


Berikut kutipan bacaan tentang Yesus sebagai Roti dari sorga. "Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."

Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.

Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat." (Yoh 6:52-59)

Percaya pada Yesus berarti menerima Roti Hidup yang membawa kehidupan. Menerima roti hidup yang membawa kehidupan berarti membagi kehidupan itu bagi sesama yang lain. Ia ikut juga mengorbankan diri bagi sesama. AMIN
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, April 18, 2013

Menikmati Roti Hidup

Yesus mengumpamakan diri-Nya sebagai ROTI HIDUP. Roti hidup itu diberikan kepada dunia supaya orang-orang beroleh hidup.

Roti Hidup itu adalah Yesus sendiri. Yesus itu adalah Sabda Allah yang menjadi daging, Putera Allah, Jalan Kebenaran dan kehidupan.

Barang siapa percaya dan "menikmati" ROTI HIDUP maka ia akan beroleh hidup kekal, bahagia.

Berikut kesaksian Yesus tentang diriNya. "Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup.

Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (Bdk. Yoh 6:44-51)

Bagi orang beriman, menikmati Roti Hidup itu berarti menghayati Sabda Allah yang adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan, menyambut komuni dalam perjamuan kudus. Apakah kita sudah benar-benar menghayati Sabda Allah dalam hidup kita? Amin


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, April 17, 2013

Memiliki Visi dan Misi

Untuk mencapai suatu cita-cita, tiap individu atau organisasi/lembaga perlu mempunyai visi dan misi. Visinya adalah suatu tujuan akhir yang hendak dicapai. Misinya adalah hal-hal yang dilakukan untuk menggapai visinya.

Apakah anda mempunyai visi dan misi untuk 5 atau 10 tahun mendatang? Yesus juga sebagai Anak Allah mempunyai visi dan misi ketika hadir ke dunia. Visinya adalah untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dunia. Misinya adalah melakukan kehendak Allah untuk mewartakan kebenaran Allah, menyelamatkan semua orang, mengajak umat manusia supaya percaya kepada Allah dan diriNya sebagai Utusan Allah.


Inilah kutipan Injil tentang kesaksian Yesus "Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." (Yoh 6:35-40)

Sebagai orang yang beriman, apakah kita ikut berpartisipasi atas visi dan misi Yesus supaya semua orang selamat dan bahagia di dunia dan akhirat? Amin
Powered by Telkomsel BlackBerry®