Showing posts with label yesus kristus. Show all posts
Showing posts with label yesus kristus. Show all posts

Tuesday, May 12, 2009

ALLAH DALAM NAMA YESUS KRISTUS MENGUTUS ROH KUDUS

Sumber bacaan: Yoh 14:21-26
“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu”

Pernyataan Yesus Kristus tersebut (ayat 25-26) sampai sekarang merupakan keyakinan umat kristiani tentang Tritunggal. Tritunggal, tiga pribadi yang bersatu dalam kasih yaitu Allah yang berpibadi Bapa, Putera dan Roh Kudus. Allah Bapa mencipta segala sesuatu, Allah Bapa menjelma menjadi Putera dalam diri Yesus Kristus, dan Allah mengutus Roh Kudus dalam nama Yesus Kristus. Inilah rahasia iman kristiani yang tidak bisa diterima oleh melulu rasio/ akal budi manusia yang terbatas, melainkan melalui keyakinan iman. Iman yang berangkat dari permenungan mendalam atas karya penyelamatan Allah dalam iman kristiani.
Di jaman sekarang, Roh Kudus hadir di tengah-tengah dunia. Roh Kudus hadir dalam hati setiap orang untuk menyuarakan, membimbing dan mengingatkan ajaran kebenaran dan tentang kerajaan CINTA KASIH. Persoalannya, apakah kita mau mendengarkan bimbingan dan bisikan Roh Kudus tentang kebenaran Cinta Kasih melalui hati nurani kita? (Pormadi Simbolon)

Monday, June 05, 2006

YESUS PENDOA SEJATI

RENUNGAN, Novena Roh Kudus
Kamis, 01 Juni 2006
Bacaan: Yoh 17:20-26
Renungan di sebuah lingkungan umat Katolik Jakarta

YESUS PENDOA SEJATI

Horas ma di hita sude. Sai anggiat ma Tuhan i mandongani dohot mangalean pasu-pasu na tu hita ganup marsada-sada.
(Salam sejahtera bagi kita semua. Semoga Tuhan menyertai dan memberikan berkatnya kepada kita satu per satu)
renungan:

Saya punya seorang sahabat, dari Batak. Namanya Jaultop. Dia lucu dan baik. Suatu kali dia tertarik pada seorang gadis cantik bernama Uli. Saking tertariknya, dia berharap gadis itu mau menjadi jodohnya. Bahkan setiap malam ia berdoa meminta agar Uli dijadikan Tuhan menjadi jodohnya.

Dalam doa ia berkata, “ Ya Tuhan berilah aku petunjuk untuk mendapatkan Uli sebagai jodoh yang tepat bagiku..., jika dia jodohku dekatkanlah..., jika dia bukan jodohku maka jadikanlah dia menjadi jodohku..., jika dia jodoh orang lain maka putuskanlah... dan jodohkanlah denganku..., jika dia tidak mau dijodohkan denganku maka jangan berikan dia jodoh sampai dia mau menjadi jodohku..., jika dia masih tidak mau juga..., maka masukkanlah dia ke dalam api nerakaMu. AMIN”

Itulah doa seorang Jaultop. Dari kata-kata dalam doanya, kita tahu dia merupakan orang yang sering berdoa dan doanya mendalam. Sayang doanya kurang tepat. Dalam doa dia memaksa Tuhna untuk menjadikan Uli sebagai jodohnya, bahkan jika Uli sekalipun tidak mau.

Isi:
Saudara/i,
Dalam Injil/ bacaan tadi, kita mendengarkan Yesus sedang berdoa bagi para muridNya. Dalam doa Dia memohon kepada Bapa agar semua orang yang percaya kepadaNya, semuanya menjadi satu, sama seperti Bapa tinggal dalam Dia, dan Dia dalam Bapa, sama seperti Yesus dalam keastuan Allah Bapa, Putera dan Allah Roh Kudus. Juga dalam doanya Yesus memohon kepada Bapa, katanya, “ya Bapa, Aku mau supaya, dimanapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku”
Kita bisa melihat bahwa Yesus adalah pendoa sejati. Dalam seluruh hidupnya Ia tetap berada dalam kesatuan cinta kasih Allah Bapa, dan Roh Kudus. DoaNya pun memancarkan dan berisikan cinta kasih kepada Bapa dan umatNya. Dia tidak memikirkan kemuliaanNya sendiri, tetapi juga kemuliaan bagi umatNya. Dalam doaNya, Dia pernah meminta Bapa mengutus Roh Kudus, Roh Kebenaran untuk menyertai para murid dan umatNya untuk selama-lamanya (Yoh 14:16).

Saudara/i,
Hari-hari menjelang Hari Pentekosta, kita sedang mengadakan Novena Roh Kudus. Pada kesempatan ini, kita memohon agar Roh Kudus turun atas kita untuk membimbing kita dalam hidup agar semakin bijaksana, untuk memberi kekuatan, untuk menyertai kita dan memelihara kesatuan umat dalam cinta kasih. Juga kita mohon Roh Kudus agar menerangi kehendak Tuhan bagi kita, sehingga kita tidak memaksakan kehendak kita pada Tuhan seperti Jaultop tadi.

Saudara/i,
Dalam hidup sehari-hari, kita tetap menggantungkan diri pada Tuhan. “Jadilah kehendakMu, di atas bumi seperti di dalam surga”, itulah doa kita setiap kali kita mengucapkan doa Bapa Kami. Contohnya, jika Tuhan menghendaki umur hidup kita panjang, syukur kita ucapkan. Jika umur hidup kita pendek, kita ucapkan syukur juga. Jangan seperti kisah seorang suami yang takut pada Malaikat Maut ini.
Ada seorang suami sedang sekarat menunggu ajal tiba, dan berkata pada istrinya tercinta yang berada di sampingnya:

Suami : Istriku, aku ingin berkata hal penting padamu.
Istri : Tentang apa suamiku...?
Suami : Berdandanlah kamu saat ini juga, kenakan semua milikmu yang terbaik
dan termahal untuk aku sayang.
Istri : Memang ada apa suamiku...?
Suami : Aku melihat Malaikat Maut sedang memandangku, jika kamu berdandan
yang cantik, siapa tahu dia akan melirikmu dan mengajak kamu pergi saat ini serta melupakan aku.
Istri : Memangnya Malaikat Maut-nya mata keranjang seperti kamu...?

Saudara/i,
Marilah pada masa novena Roh Kudus ini, kita belajar berdoa seperti Yesus. Yesus berdoa demi kebaikan, kesejahteraan dan kesatuan umat dalam cinta kasih. Semoga Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus menyertai kita. AMIN


*******