Thursday, March 07, 2013

Memutilasi Kasih

Pada awal Maret 2013, masyarakat kita dikejutkan dengan peristiwa mutilasi tubuh manusia. Seoran laki-laki, bernama Benget Situmorang(35) pedagang soto bersama Tini, yang diduga sebagai istri simpanannya bekerja sama memutilasi tubuh istrinya, Darna Sri Astuti, menjadi kurang lebih lima potong dengan alasan cemburu di kawasan Ciracas Jakarta Timur. Untuk menghilangkan jejak dan rupa istrinya, potongan tubuh istrinya itu di buang di tol Cikampek menuju Bekasi di pagi hari dengan menggunakan mobil angkot. Kejadian itu sempat tidak terlacak polisi, namun karena ada orang melihat potongan yang ditaruh di plastik tersebut jatuh atau dibuang di jalan. Orang itu mengira barang jatuh, dan mengingatkan sopir angkot. Awalnya tidak curiga, namun setelah mendengar berita di media massa, akhirnya saksi mata melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian Jakarta Timur.

Dari peristiwa itu, kita melihat bahwa ia telah membunuh sesama manusia, merendahkan martabatnya sendiri, membangun budaya kematian, dan membangkitkan amarah kemanusiaan kita. Ia melawan Allah dan mengambil hak Allah.

Jelas sekali, perbuatan Pembunuh tersebut sangat berlawanan dengan logika akalbudi dan hukum universal, yaitu hukum CINTA KASIH SAYANG.

Hukum kasih adalah kasih kepada Allah yang terwujud dalam kasih kepada sesama. Kasih kepada sesama ada bila terlebih dulu ada kasih kepada diri sendiri. Diri sendiri adalah sama dengan manusia yang lain, yang membutuhkan kasih.

Dalam Injil dikatakan: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap
jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. ." (Bdk. Luk 12: 30-31).

Apakah kita sudah mengasihi diri kita, sesama manusia dan Allah? Kasih kepada diri kita, akan menjadi kasih kepada sesama. Kasih pada diri dan sesama merupakan perwujudan kasih kepada Allah. Amin (pormadi)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

No comments: