Tuesday, March 26, 2013

Rapuhnya Janji Kesetiaan kita

Kerapkali kita berjanji akan setia kepada istri seumur hidup, namun karena godaan yang menggiurkan itu dan iman yang lemah, kesetiaan itu kita langgar. Banyak pernikahan hancur karena kenikmatan selingkuh.

Di lain kesempatan, dalam persahabatan dengan orang lain, kita berjanji akan mengingat dan mendoakan mereka, namun kerapkali juga kita lupa akan janji kita. Kita lebih sering dikalahkan oleh kepentingan sesaat, sehingga persahabatan kita terlalaikan. Dalam politik, persahabatan itu kalah, yang ada adalah kepentingan kekuasaan yang abadi

Petrus juga merupakan seorang yang berjanji setia kepada Yesus, bahkan rela memberikan nyawanya. Namun dalam perjalanan waktu, karena egonya, ia menyangkal Yesus yang disalibkan oleh orang-orang Yahudi.

Berikut kisah janji Petrus kepada Yesus. Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."

Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu
siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"

Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya:
"Tuhan, siapakah itu?"

Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti,
sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.

Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus
berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu
mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.

Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia
dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.

Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?"
Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku
sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku."

Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"
38 Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." (Bdk. Yohanes 13:21-33,36-38)

Namun keegoisan Petrus itu akhirnya diampuni Yesus. Petrus menyesal dan bertobat. Kelak Petrus dipilih jadi pemimpin bagi domba-domba Yesus Kristus, orang yang mengikuti Yesus.

Apakah kita berani setia kepada janji kita dalam pernikahan, dalam persahabatan, dan terlebih kesetiaan kepada iman kita? Waktu akan membuktikannya. Amin
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sunday, March 24, 2013

Banyak Orang Yahudi Percaya kepada Yesus

Kisah Yesus dari Injil merupakan kisah iman dan mengandung perspektif historis. Sampai sekarang banyak orang percaya kepada-Ny karena kebenaran kerajaan Allah dan historisitas-Nya.

Kalau ada orang mengatakan bahwa Injil telah banyak diubah, boleh-boleh saja berpendapat demikian. Sekiranya, di Injil pun tidak ada Kisah Yesus, Sang Putera Allah, masih ada kesaksian Santo Paulus, Santo Petrus, Kisah Para Rasul dan lain sebagainya.

Menjelang kisah sengsara dan wafat-Nya, atau enam hari sebelum Paskah, Yesus pergi ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan dari mati. Di situ ada suata perjamuan diadakan untuk Dia. Lazarus juga turut makan dengan Yesus.

Mendengar Yesus ada di Betania, orang-orang Yahudi dan imam-imam bermufakat untuk membunuh Yesus, termasuk membunuh Lazarus. Karena Yesus dan karya-Nya, banya orang Yahudi meninggalkan imam-imam kepala dan percaya kepada Yesus.

Inilah kisahnya: " Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."
Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus." (Bdk. Yoh 12:1-11)

Percaya kepada Yesus dan pewartaan-Nya serta kisah historisitasnya adalah merupakan pilihan bebas bagi siapa saja yang membuka hatinya. Saya percaya kepada Yesus, karena kesaksian iman para muridNya dan kisah historisitas-Nya. Ajaran-Nya adalah cinta kasih kepada Tuhan yang terwujud dalam kasih kepada sesama.
AMIN
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, March 21, 2013

Perbuatan Baik yang Berdaya Pikat

Perbuatan baik yang kita lakukan bisa dipandang positif maupun negatif yang mengakibatkan image diri kita juga bisa positif maupun negatif.

Ketika bencana tsunami Aceh tahun 2004 lalu, banyak orang berbondong-bondong memberikan bantuan kepada korban bencana, lintas agama dan lintas suku, golongan dan kelompok. Namun ada kelompok tertentu, langsung mencurigai dan mencap negatif perbuatan baik itu. Perbuatan baik itu dilihat sebagai upaya kristenisasi.

Namun ada juga sebagian orang melihat positif. Sebab perbuatan baik itu adalah masalah kemanusiaan yang semakin baik.

Yesus datang ke dunia untuk melakukan perbuatan baik yang berasal dari BapaNya dengan misi untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dunia. Namun perbuatan baik Yesus itu dilihat dan dicurigai oleh orang Yahudi sebagai penghujatan Allah dan penyamaan diri dengan Allah. Bahkan Yesus, hendak dilempari dan ditangkap. Lalu Yesus pergi menyingkir dari mereka.

Yesus pergi ke seberang sungai Yordan, dan di sana Ia melakukan perbuatan baik kepada orang-orang di sana. Melalui kesaksian Yohanes yang pernah membaptis Yesus di tempat itu, orang-orang datang dan percaya kepadaNya.

Kisah Yesus itu terdapat dalamYohanes 10:31-42; sebagaimana berikut ini:

Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"

Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."

Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah  —  sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan  — , masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."

Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.

Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar." Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

Melakukan perbuatan baik perlu keberanian dan ketulusan hati tanpa peduli apa kata orang. Kalau ada penolakan, perbuatan baik itu bisa diberikan kepada orang lain yang membutuhkan.

Agar perbuatan baik kita memiliki daya pikat dan powerful, maka kita perlu belajar dari cara hidup dan pelayanan Yesus ketika mengerjakan perbuatan baik. Yesus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani demi kemuliaan Allah. AMIN
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak Memuliakan Diri

Manusia kerapkali melakukan sesuatu karena ingin menonjolkan diri, memuliakan diri. Ketika ia memberi sumbangan sosial, ia meminta ditulis lengkap nama dan gelar. Setelah itu, ia hendak menguasai dan mengendalikan mereka yang disumbangnya.

Berbeda dengan Yesus, Ia melaksanakan kebaikan kepada umat manusia supaya Allah dimuliakan. Ketika mengajarkan doa Bapa Kami, salah satu kalimatnya adala: ...dimuliakanlah namaMu.

Dalam Injil Yohanes juga dikatakan, jika Ia memuliakan namaNya sendiri, itu tidak memiliki arti.
"... Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku,... (Yoh 8:51-19)

Sebagai pengikut Yesus Kristus, kita pun di ajak untuk bekerja dan melayani demi kemuliaan Allah, demi Kerajaan Allah, segala yang lainnya, akan diberikan sendiri oleh Allah. AMIN
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, March 20, 2013

Menjadi Murid Sejati

Seorang murid pergi ke sekolah tentu bertujuan agar merdeka alias berubah dari kebodohan menjadi pintar, dari ketidaktahuan menjadi tahu.

Demikian juga seorang murid beladiri dalam mempelajari beladiri dari pelatih/guru. Murid belajar dari guru, melihat, mendengar, melaksanakan semua yang disampaikan guru demi memperoleh pembebasan dari tidak mampu beladiri, menjadi mampu.

Suatu kali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (bdk Yoh 8:31-32)

Maka berangkat dari sabda Yesus, jika kita beralih dari firman-Nya, kita benar-benar bukan murid-Nya, dan kita tidak akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu tidak memerdekaan kita.

Maka menjadi penting soal KEMURIDAN dalam relasi kita dengan Yesus. Menjadi murid Yesus, adalah sikap taat, patuh, disiplin, dalam mempelajari Firman Sang Guru. Sebab Yesus, Sang Guru, adalah Jalan Kebenaran dan Kehidupan bagi murid-muridNya. Sabda itu adalah Allah yang menjelma menjadi daging dalam diri Yesus Kristus.

Sudah tentu, bila kita sebagai murid tidak belajar lagi dari Yesus maka kita akan menjauh dari Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Yang ada adalah kesesatan, ketidakbenaran, dan kematian.

"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." AMIN
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, March 18, 2013

Ketulusan Hati

Memberi dengan tulus akan membawa kebahagiaan baik bagi si penerima maupun is pemberi. Sebaliknya, pemberian dengan berat hati membawa ketidakenakan di hati.

Demikianlah, jika bekerja dan melayani entah dalam keluarga, kantor dan masyarakat sekitar, akan membawa kepuasan dan kebahagiaan tersendiri serta hasil pelayanan yang optimal. Namun jika tidak tulus, pelayanan kita tidak optimal, dan dilakukan dengan berat hati.

Ketulusan hati adalah kelurusan hati, kesucian hati, tanpa motif apapun, hanya demi sesuatu yang lebih tinggi, antara lain demi kemuliaan Tuhan dan demi kebahagiaan semua orang.

Ketlusan ini dapat kita jumpai dalam diri Yusuf, suami Maria. Maria sudah mengandung Yesus dari Roh Kudus, padahal mereka belum melakukan hubungan jasmani.

Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam." (Bdk. Mat 1:19). Yusuf mulai bingung dan gelisah, namun Tuhan melalui caranya memberitahu Yusuf bahwa anak itu adalah Yesus, Penyelamat manusia. Yusuf pun menjadi tenang, dan memimpin keluarganya, Maria dan Yesus. Ia mendidik Yesus sampai besar.

Buah dari keutulusannya adalah karya keselamatan Allah tetap berjalan, umat manusia bersorak-sorai karena Sang Penyelamat Manusia telah lahir ke dunia.

Apakah kita sudah tulus hati sebagai ibu atau ayah dalam keluarga? Apakah kita sudah bekerja dengan tulus? Lebih jauh, apakah kita sudah memberikan dan mempersembahkan hidup kita dengan tulus untuk kemuliaan Allah? Amin
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sunday, March 17, 2013

Barangsiapa Tidak Berdosa, Hendaklah Ia Melemparkan Batu kepada Perempuan itu!

Kita kerapkali pertama-tama melihat kesalahan orang lain. Kesalahan itu kerap kita nilai jadi cap negatif atas keseluruhan diri dan hidup mereka. Cap negatif itu menutupi semua perbuatan baik yang pernah dilakukan mereka.
Untuk itu, kita juga perlu instrospeksi diri, agar kita tidak langsung menilai orang hanya dari suatu kesalahan saja.
Hal ini Yesus peringatkan kepada orang-orang Farisi dan ahli Taurat.
Suatu hari "Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan."
Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."(Bdk. Yoh 8:1-11)
"Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Inilah kata-kata Yesus yang langsung mengena dan memperingatkan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua.
Apakah kita sudah melihat sikap dan perbuatan kita sebelum mencap orang lain negatif dan jelek? Apakah kita sudah memperbaiki diri lebih dulu sebelum memperbaiki diri orang lain? Perbaikan diri dan pertobatan harus dimulai dari diri, keluarga kita, baru kemudian orang lain. AMIN
Powered by Telkomsel BlackBerry®







Pergilah, dan Jangan Berbuat Dosa Lagi

Tidak jarang, kita memandang rendah orang miskin-tersingkir, sakit-cacat, kecil-lemah. Terkadang jijik melihat pengemis dan sakit di pinggir jalan. Mereka sering dikejar-kejar petugas, menjadi korban penipuan orang lain, dan harus berjuang untuk hidup.
Lebih parah lagi, apabila mereka ini tertangkap basah mencuri, atau melanggar hukum, pasti hukumannya lebih berat dibanding dengan hukuman para koruptor kelas kakap.
Namun berbeda dengan sikap Yesus, terhadap seorang perempuan yang ketahuan berbuat zinah. Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi berpendapat bahwa perempuan tersebut harus dilempari batu.
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa perempuan berzinah itu kepada Yesus, untuk menguji "kemampuan" Yesus sekaligus untuk menjebakNya agar jatuh pada suatu kesalahan yaitu melanggar hukum Taurat.
Suatu kali Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang
kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang
perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan
jari-Nya di tanah.
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit
berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak
berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua.
Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, dimanakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." (Bdk. Yohanes 8:1-11)
Yesus tidak memandang rendah orang kecil-lemah, miskin-tersingkir dan sakit-cacat, seperti si permempuan zinah tersebut. Yesus juga tidak melanggar hukum Taurat yang ditampilkan ahli-ahli Taurat dan orang Farisi.
Yesus tetap menghormati pribadi manusia, hukum Taurat dan ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Yesus tidak terjebak jatuh pada perangkap pelanggaran hukum.
Lebih jauh, Yesus juga tidak melawan kehendak BapaNya untuk menyelamatkan semua orang. Semua orang dipanggil untuk diselamatkan Allah, dengan syarat manusia harus menanggapi panggilanNya. Kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
AMIN.
Powered by Telkomsel BlackBerry®











Saturday, March 16, 2013

Berani Membela yang Benar

Membela yang benar dan mengatakan yang salah tidak gampang, apalagi kalau hal itu menyangkut kepentingan penguasa maupun pengusaha. Penguasa dan penguasa dengan segala sumberdayanya bisa membalikkan fakta, yang benar jadi salah, yang salah jadi benar.
Demikian pula yang terjadi kepada Nikodemus dan yang lain yang membela Yesus.
Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan
perkataan-perkataan Yesus, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan
datang." Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata:
"Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."
Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada
seorangpun yang berani menyentuh-Nya.
Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang
Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"
Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"
Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga
disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah
mereka!"
Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya,
berkata kepada mereka: "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan
sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"
Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea." Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya, (Bdk. Yohanes 7:40-53)
Membela dan mengatakan yang benar harus memiliki keberanian menanggung resiko dan dengan jiwa yang besar bersaksi tentang yang benar dengan segala argumen yang sesuai fakta. Apakah kita berani mengatakan kebenaran dalam berhadapan dengan penguasa dan pengusaha? Amin
Powered by Telkomsel BlackBerry®






Thursday, March 14, 2013

Beriman itu Tidak Gampang

Ketika eksistensi dan keyakinan kita dilecehkan atau dihina orang lain, di saat itulah muncul ekspresi marah. Kita akan sangat marah bila ternyata harapan kita tidak sesuai dengan keyakinan kita.
Hal yang sama terjadi pada orang Yahudi, ketika Yesus memberi kesaksian bahwa Ia diutus BapaNya. . Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap
tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk
membunuh-Nya. Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.
Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau
bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya."
Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal
dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."
Orang-orang Yahudi berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba. (Bdk.Yohanes 7:1-2,10,25-30)
Melihat kesaksianNya, Yesus yang berasal dari Nasaret, anak tukang kayu adalah Kristus, Penyelamat yang diutus ke tengah dunia. Karena asal dan statusnya sederhana, terlebih lagi, Ia mengaku diutus Allah, menambah kemarahan orang Yahudi. Kristus yang diyakini mereka bukan seperti Yesus anak tukang kayu dari Nasaret. Maka, orang Yahudi berencana membunuh Yesus di saat waktunya tiba.
Berkata bahwa Yesus adalah Penyelamatku, itu gampang. Namun, berkata bahwa Yesus adalah Penyelamatku, Guru, Jalan, Hidup dan Kebenaran secara meyakinkan dan penuh daya kekuatan di dalam diri kita, itu tidak gampang. Untuk itu, relasi personal dan pengalaman akan Allah perlu dibangun dan dimohonkan kepadaNya, agar iman kita benar berdaya dahsyat di dalam perbuatan baik kita. AMIN

Powered by Telkomsel BlackBerry®




Wednesday, March 13, 2013

Datanglah kepada Yesus, maka Kamu Hidup!

Dalam etika birokrasi, setiap bawahan harus datang kepada atasannya baik untuk berkonsultasi maupun melaporkan hasil pekerjaan. Atasan juga memberi masukan, bawahan melaksanakan pekerjaan dengan baik, agar pelayanan kantor berjalan dengan baik, para pegawai juga semakin hidup.

Analogi demikian mungkin bisa menggambarkan relasi kita yang lebih mesra dengan Yesus Kristus sebagai Utusan Allah atau Putera Bapa. Bedanya dengan relasi atasan bawahan pada birokrasi adalah soal punishment dan reward. Dalam relasi dengan Yesus, meskipun manusia tidak setia, Ia tetap setia untuk menyelamatkan umat manusia.

Pertanyaan mendasar bagi semua orang yang mengaku beriman kepada Yesus, apakah kita selalu datang kepada-Nya untuk berkonsultasi sebelum bertugas setiap hari, dan lalu bersyukur atas hidup serta melaporkan karya kehidupan kita. Dan memohon ampun atas kekurangan kita sepanjang hari?

Secara jujur, jawaban kita atas pertanyaan tersebut tentu belum sepenuhnya bisa melaksanakannya. Sebab, meskipun kita tahu tentang jati diri Yesus dari berbagai sumber, antara lain Kitab Suci, namun kita belum datang kepadaNya untuk menimba kekuatan hidup, malahan kita lebih mengandalkan kekuatan sendiri.

Hal ini ditegaskan Yesus kepada orang Yahudi di jamanNya, "Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. (Bdk. Yoh 5:39-40)

Supaya kita memperoleh kekuatan dalam hidup dan hidup yang kekal, maka marilah kita datang kepada Yesus Kristus, membangun relasi dan memohon pengalaman akan Allah. AMIN
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, March 12, 2013

Yesus Sama seperti Bapa-Nya

Seorang anak paling tidak belajar banyak hal dari ayah atau ibunya. Anak bisa melihat apa yang dikerjakan ayahnya. Tak jarang ayah sendiri akan mendidik dan mengajarkan banyak hal, antara lain cara hidup, cara bekerja dan adat-istiadat.
Demikian juga halnya dengan Yesus sebagai anak Allah. Yesus sendiri memberi kesaksian tentang pekerjaan dan "pelajaran" yang diajarkan BapaNya.
Inilaah keskasian Yesus tentang diriNya dan BapaNya: (1) "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka
Akupun bekerja juga."
(2)"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak,
(3) Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.
(4) Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan
menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang
dikehendaki-Nya.
(5) Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
(6) Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka meng-hormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
(6) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan
tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
(7) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
(8) Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
(9) Penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Bdk. Yohanes 5:17-30)
Kesaksian ini menunjukkan siapa Yesus yang sebenarNya. Yesus adalah HAKIM yang adil atas orang hidup dan orang mati. Yang lebih hebat lagi, seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan Yesus mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
Sudahkah anda benar-benar PERCAYA kepada YESUS dan kepada Yang mengutusNya? AMIN.

Powered by Telkomsel BlackBerry®











Berani Melawan Arus

Seorang pemuda rela meninggalkan adat yang kurang relevan dengan zamannya. Ia tidak mau melakukan pesta adat pernikahan yang memboroskan banyak uang, sementara ekonominya pas-pasan. Ia berpendapat bahwa cukuplah pernikahan disahkan secara agama di hadapan Tuhan.
Adat orang tua pada suku tertentu mengharuskan anaknya melakukan pesta adat pernikahan setelah melaksanakan acara pemberkatan perkawinan. Hal itu harus dilakukan meskipun harus berhutang kemana-mana. Kalau tidak diadati, maka anak itu akan dipandang kurang beradat.
Yang menjadi pikiran penting adalah keberanian melawan "arus" demi suatu alasan dan masa depan yang lebih baik, meskipun akan menghadapi resiko yang tidak kecil.
Suatu terobosan melawan kebiasaan adat Yahudi, juga dilakukan oleh Yesus demi kebaikan dan kebahagiaan orang lain.
Dalam bacaan Injil Yohanes 5:1-3a,5-16; diceritakan bahwa sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta.
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu,
bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah
engkau sembuh?" Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku
menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya
dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu:
"Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."
Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah." Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?" Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."
Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa
Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia
melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.
Yang menarik dan penting direfleksikan adalah Sikap dan keberanian Yesus melawan adat kebiasaan Yahudi demi keselamatan dan meninggikan martabat manusia. Sikap dan terobosan Yesus patut diteladani oleh semuan orang yang percaya padaNya, asalkan demi keselamatan dan kebahagiaan sesama. AMIN

Powered by Telkomsel BlackBerry®








Sunday, March 10, 2013

Bukan Percaya Membabi Buta

Kita tidak gampang percaya dengan orang lain. Kita butuh sesuatu bukti atau pengenalan akan seseorang maka kita berani percaya.
Ada satu kisah perwira yang percaya kepada Yesus. Di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya. (Bdk. Yoh 4:43-54)
Perwira itu percaya kepada Yesus karena ia mengenal Yesus meskipun tidak secara langsung melainkan lewat informasi orang lain.
Pertama-tama yang ia lakukan adalah mengetahui Yesus lewat informasi/berita dari orang lain. Kedua, ia mengalami masalah bahwa anaknya sakit. Ketiga, ia datang menghadap dan meminta pertolongan kepada Yesus. Keempat, mendengarkan Sabda Yesus dan percaya. Kelima, keluarganya ikut percaya karena kesaksian si perwira itu.
Untuk percaya, kita perlu mengenal Yesus dengan hati terbuka dalam Kitab Suci. Kita butuh informasi tentang siapa dan apa yang dilakukan Yesus. Lalu kalau kita sudah benar-benar percaya pada Yesus, kita akan melaksanakan perintahNya, dan hidup kita akan penuh rahmat berkelimpahan. Hidup penuh rahmat itu, harus kita bagikan kepada sesama agar mereka juga percaya kepada Yesus, yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup.
Ini perkara gampang-gampang sulit, namun hati yang terbuka melahirkan iman. AMIN
Powered by Telkomsel BlackBerry®




Saturday, March 09, 2013

Ayah Yang Luar Biasa

Dalam hidup sehari-hari, seorang ayah akan bangga bila anaknya berperilaku baik dan sukses dalam pekerjaan. Ia bangga karena berhasil mendidiknya dengan baik.
Sebaliknya, seorang ayah akan marah bila anaknya gagal, jauh ke dalam dunia pesta pora, mabuk-mabuka, main perempuan, meskipun ia sudah berusaha mendidiknya dengan baik.
Mungkin kalau hanya marah, masih lebih baik. Seorang ayah biasanya lebih dari marah, ia bisa bertindak mengusir anak itu, dan tidak mengakui anak itu sebagai anaknya. Logis, karena anak itu sudah mempermalukan keluarga, menyia-nyiakan harta dan perjuangan ayahnya.
Namun ada kisah seorang ayah yang amat berbeda dari kehidupan kita sehari-hari. Seorang ayah menerima dan menyambut anak yang telah menyimpang dari didikannya. Malahan ia merayakan kembalinya anak yang sudah menghabiskan harta orang tua itu.
Ketika anak itu kembali dan mulai mendekati rumah ayahnya, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan
terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita
makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. (Bdk. Luk 15:21-24)
Sungguh ayah yang luar biasa. Gambaran ayah yang demikian, diceritakan Yesus untuk menunjukkan sikap dan kasih Allah kepada manusia yang bertobat. Allah menghendaki umat manusia yang berbuat dosa, kembali ke jalan yang benar, jalan kehidupan, jalan kebahagiaan, jalan sukacita: jalan cinta kasih.
Bagi mereka yang iri atau tidak bisa menerima dengan sikap ayah yang luar biasa tersebut, camkan kata-kata ayah dalam perumpamaan Yesus itu, "Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."
Jika kita pernah hilang dan kembali ke jalan yang benar, maka akan ada sukacita besar dalam hidup kita dan sesama. AMIN
Powered by Telkomsel BlackBerry®







Friday, March 08, 2013

Pemungut Cukai "Dipuji" Yesus

Orang sombong selalu memandang dan merasa diri lebih tinggi dibandingkan yang lain. Ketika berbicara di depan orang banyak, ia akan melihat dirinya lebih tahu banyak hal atau menonjolkan perhiasan yang dikenakannya. Ketika berdoa kepada Tuhan, ia pasti akan meninggikan dirinya di hadapan Tuhan dengan membandingkan dirinya sebagai orang yang lebih baik dalam segala hal dibandingkan orang lain.

Iya, perilaku orang sombong seperti itu, sudah ada sejak manusia ada di dunia ini, termasuk pada jaman Yesus. Yesus sendiri menceriterakan kisah orang sombong melalui perumpamaan demikian:

"Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala
penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini." (Bdk. Luk 18:10-13)

Mari kita coba merenungkan hidup kita sehari-hari: apakah kita sombong bila lebih kaya, lebih pintar, lebih hebat? Apakah kita merendahkan orang lain bila kita lebih tampan, lebih cantik atau lebih sehat?

Tidak pantaslah kita menyombongkan diri, karena semua milik kita, termasuk nafas hidup kita berasal dari Tuhan, yang harus kita gunakan untuk kebahagiaan, kebaikan dan kemajuan sesama kita. Kesombongan malahan akan menjatuhkan harga diri kita. "Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan".

Kehadiran orang yang rendah hati lebih bersahabat dan menyejukkan ketika kita hendak melihat diri, sesama, lingkungan alam dan bahkan Tuhan Pencipta. AMIN
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, March 07, 2013

Memutilasi Kasih

Pada awal Maret 2013, masyarakat kita dikejutkan dengan peristiwa mutilasi tubuh manusia. Seoran laki-laki, bernama Benget Situmorang(35) pedagang soto bersama Tini, yang diduga sebagai istri simpanannya bekerja sama memutilasi tubuh istrinya, Darna Sri Astuti, menjadi kurang lebih lima potong dengan alasan cemburu di kawasan Ciracas Jakarta Timur. Untuk menghilangkan jejak dan rupa istrinya, potongan tubuh istrinya itu di buang di tol Cikampek menuju Bekasi di pagi hari dengan menggunakan mobil angkot. Kejadian itu sempat tidak terlacak polisi, namun karena ada orang melihat potongan yang ditaruh di plastik tersebut jatuh atau dibuang di jalan. Orang itu mengira barang jatuh, dan mengingatkan sopir angkot. Awalnya tidak curiga, namun setelah mendengar berita di media massa, akhirnya saksi mata melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian Jakarta Timur.

Dari peristiwa itu, kita melihat bahwa ia telah membunuh sesama manusia, merendahkan martabatnya sendiri, membangun budaya kematian, dan membangkitkan amarah kemanusiaan kita. Ia melawan Allah dan mengambil hak Allah.

Jelas sekali, perbuatan Pembunuh tersebut sangat berlawanan dengan logika akalbudi dan hukum universal, yaitu hukum CINTA KASIH SAYANG.

Hukum kasih adalah kasih kepada Allah yang terwujud dalam kasih kepada sesama. Kasih kepada sesama ada bila terlebih dulu ada kasih kepada diri sendiri. Diri sendiri adalah sama dengan manusia yang lain, yang membutuhkan kasih.

Dalam Injil dikatakan: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap
jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. ." (Bdk. Luk 12: 30-31).

Apakah kita sudah mengasihi diri kita, sesama manusia dan Allah? Kasih kepada diri kita, akan menjadi kasih kepada sesama. Kasih pada diri dan sesama merupakan perwujudan kasih kepada Allah. Amin (pormadi)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sunday, December 09, 2012

Bagaimana sikap kita org katolik kalau diundang dalam perayaan natal (ekumene) sebelum hari natal?

Bagaimana sikap kita org katolik kalau diundang dalam perayaan natal(ekumene) sebelum hari natal?
 
Shalom, Sahabat sepelayanan, Tadi siang komisi liturgi keuskupan agung jakarta mengadakan seminar tentang Adven dan Natal. Bertempat di gereja St.Yakobus, paroki kelapa gading. Ada hal menarik yg ditanyakan dan dijawab oleh romo Bosco Da Cunha O Carm.

Saya ingin merangkumnya sbb: Pertanyaan: Bagaimana sikap kita org katolik kalau diundang dalam perayaan natal(ekumene) sebelum hari natal?

Sebelum menjelaskan, saya ingin menjelaskan sedikit mengenai masih Adven. Masa Adven membuka Tahun Liturgi yang baru, dan bagi umat Katolik mempunyai arti khusus, yaitu sebagai masa untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Kita Yesus Kristus. Umat diajak untuk membuat dirinya semakin pantas dan layak, agar siap menyambut kedatangan Tuhan. Dan sesudah persiapan batin selama 4 (empat) Minggu masa Adven, pada hari Natal secara istimewa umat merayakan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus.

Seruan Yohanes Pembaptis mengajak kita agar bertobat. Pertobatan ini membuat pengampunan Allah sungguh menjadi keselamatan bagi manusia. Jalan yang bengkok perlu diluruskan, yang berlembah ditimbun, yang berbukit diratakan.

Dalam mempersiapkan diri untuk menyambut perayaan Natal, umat diajak untuk menerima Sakraman Pertobatan atau Pengakuan Dosa. Demikianlah masa Adven terlebih mengajak kita untuk persiapan batin dan pertobatan, dalam rangka menyambut hari Natal. Karena itu sebelum tanggal 25 Desember atau malam 24 Desember, kita belum merayakan Natal tetapi baru mempersiapkannya.

Baiklah kita menerangkan hal ini kepada saudara-saudari Kristen dari Gereja-gereja lain. Dan dalam lingkungan kita sendiri baiklah kita menjalani masa Adven dengan sebaik-baiknya, dengan pelbagai acara dalam paroki yang jelas-jelas menunjukkan bahwa kita sedang mempersiapkan diri. Misalnya : renungan-renungan masa Adven, rekoleksi, triduum, novena natal, pertobatan, ulah tapa, perbuatan amal kasih dan perhatian kepada orang yang susah dan menderita.

Kita dapat juga mengembangkan suatu tradisi yang bagus sekitar "korona Adven". Yaitu suatu lingkaran dari daun-daun hijau dan ada 4 batang lilin yang diletakkan pada lingkaran itu. Pada Minggu Adven I dinyalakan satu lilin, pada Minggu Adven II dinyalakan 2 lilin dan seterusnya. Demikianlah dilambangkan tahap demi tahap, makin hari makin dekat, kita menantikan dengan rindu kedatangan Kristus. Sampai akhirnya tibalah kegenapan waktu pada hari Natal, dan semua lilin itupun dinyalakan. Warna hijau menunjukkan pengharapan akan Kristus, dengan pita ungu menunjukkan pertobatan dan penantian.

Lilin yang dinyalakan satu per satu melambangkan kedatangan Yesus Kristus, Cahaya Dunia yang menerangi hidup kita di dunia ini. Kiranya perlambangan sekitar Krans Adven itu dapat membantu kita untuk menghayati arti masa Adven.

Bagaimana sikap kita kalau diundang untuk menghadiri Perayaan Natal sebelum hari Natal ?

1. Pertama kita perlu menjelaskan bagaimana umat Katolik mempersiapkan diri untuk menyambut Hari Natal sepanjang masa Adven.

2. Kalau kita menimbang perlu, dalam rangka kebersamaan dalam hidup bermasyarakat, baiklah kita terima undangan untuk ikut hadir pada Perayaan Natal yang sudah disiapkan.

3. Kita ikut hadir sebagai penghargaan atas undangan yang diberikan, tetapi tidak ikut aktif menyelenggarakannya.

4. Seandainya toh kita diminta untuk ambil bagian dalam menyumbangkan nyanyian atau memberi renungan, hendaknya kita menyanyikan lagu masa adven yang bernada penantian; begitupun renungan yang kita berikan.
5. Dalam segala hal kita berpegang teguh pada ajaran Gereja Katolik, dengan sikap yang bijaksana dan terbuka dalam pergaulan dan dialog di tengah masyarakat

Semoga bermanfaat
(Werner Goana)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, November 22, 2012

''Jangan bangga dengan titel/gelar, karena titel kita yang terakhir adalah... ALMARHUM (alm)"

''Jangan bangga dengan tempat tidur yang empuk, karena tempat tidur kita yang terakhir adalah TANAH "

''Jangan bangga dengan rumah mewah, karena rumah terakhir kita adalah KUBURAN "

''Jangan bangga dengan titel/gelar, karena titel kita yang terakhir adalah... ALMARHUM (alm)"

"Jangan bangga dengan wajah yang ganteng/cantik, karena wajah manusia yang terakhir adalah TENGKORAK"

"Jangan bangga dengan mobil mewah ANDA, karena mobil terakhir ANDA adalah AMBULANCE"

"Jangan bangga dengan handphone mahal/canggih, karena alat komunikasi yang bisa menyelamatkan manusia adalah DOA"

Doa dari sesama lah yang akan memanjangkan umur kita ...!

--------------------

Gatal tangan kiri, tidak mungkin kita garuk dengan tangan kiri pula. Kita membutuhkan bantuan dari tangan kanan...!

TUHAN lah yang MAHA HEBAT bukan manusia, dan hanya DIA lah yang pantas MEMBANGGAKAN MUJIZAT-NYA...

Sebarkan ke semua teman anda, untuk mengingatkan sesama, betapa tidak pantasnya manusia jikalau menjadi orang yang SOMBONG....!!

[Yesaya 2:11]

Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi.
(BBM)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Saturday, October 13, 2012

DOSA itu Kuat, tapi IMAN Bisa Mengatasinya

BESI itu kuat, tapi API dapat melelehkannya;

API itu kuat, tapi AIR mampu memadamkannya;

AIR itu kuat, tapi MATAHARI bisa menghilangkannya;

MATAHARI itu kuat, tapi AWAN bisa menghalanginya;

AWAN itu kuat, tapi ANGIN mampu memindahkannya;

ANGIN itu kuat, tapi MANUSIA mampu mengontrol dgn layarnya;

MANUSIA itu kuat, tapi DOSA & NAFSU duniawi dapat melemahkannya;

DOSA itu kuat, tapi IMAN bisa mengatasinya;

YANG TERKUAT ADALAH IMAN, KARENA IMAN YG AKAN MEMBAWA KITA PADA KEHIDUPAN KEKAL

HaL Ɣăʼnƍ paling Indah dalam Hidup ini adalah :

Ŝaat kita pergi ada yƍ mendoakan,
‎​

Ŝaat kita jauh ada yƍ merindukan,,

Ŝaat kita sedih ada yƍ membuat kita tersenyum

Ŝaat kita ketemu ada senyum yƍ indah,

Tapi yƍ Terindah dari Ŝegalanya adalah.........ketika Tuhan  masih βerkenan memberikan Nafas untuk kita
(BBM)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, August 23, 2012

KETIKA TIDAK SATUPUN ADA JALAN KELUAR, DOA MENGUBAH SEGALANYA

(*) KETIKA SEGALA MUSTAHIL ,
DOA MENGUBAH SEGALANYA

(*) KETIKA SEGALA SESUATU BERTAMBAH BURUK, DOA MENGUBAH SEGALANYA

(*) KETIKA TIDAK SATUPUN ADA JALAN KELUAR, DOA MENGUBAH SEGALANYA

(*) KETIKA TIDAK ADA PENGHARAPAN
DOA MENGUBAH SEGALANYA ,

DOA MEMBUAT KITA KUAT
DOA MEMBUAT KITA BERTAHAN
DOA MEMBUAT KITA BERPENGHARAPAN

AWALI HARI INI DENGAN BERDOA ,
TIDAK ADA ALASAN SATUPUN UNTUK BERHENTI BERDOA..DAN BERDOA... (WS-BBM)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, June 27, 2012

Aku bertanya dan Tuhan Menjawab

Sikap Yang Positif :

Kita berkata: "Tidak mungkin."
TUHAN berkata: "Semua bisa terjadi." (Lukas 18:27)

Kita berkata: "Aku terlalu lelah."
TUHAN berkata: "AKU akan memberimu kelegaan." (Matius 11: 28-30)

Kita berkata: "Aku tidak berdaya."
TUHAN berkata: "Anugerah-KU cukup bagimu." (2 Korintus 12:9)

Kita berkata: "Aku tidak tahu harus berbuat apa."
TUHAN berkata: "AKU akan mengarahkan langkahmu." (Amsal 3:6)

Kita berkata: "Aku tidak sanggup."
TUHAN berkata: "Segala sesuatu dapat kamu tanggung." (Filipi 4:11)

Kita berkata: "Aku tidak mampu."
TUHAN berkata: "AKU mampu" (2 Korintus 9:8)

Kita berkata: "Aku kekurangan."
TUHAN berkata: "AKU akan mencukupkan semua kebutuhanmu."
(Filipi 4:19)

Kita berkata: "Aku takut."
TUHAN berkata: "AKU tidak memberi kamu roh ketakutan." (2 Timotius 1:7)

Kita berkata: "Aku kuatir."
TUHAN berkata: "Serahkan segala kekuatiranmu kepada-KU." (Roma 12:3)

Kita berkata: "Aku merasa sendirian."
TUHAN berkata: "AKU tidak pernah meninggalkan kamu." (Ibrani 13:5)
(Milis APIK)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sunday, June 24, 2012

Jadi Seperti Apakah Anak ini nanti?


Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah

Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian

Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah

Jika anak dibesarkan dengan dorongan,
ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri

Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan

Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan

Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan

Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran

(NN)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, June 22, 2012

Mengumpulkan Harta Surgawi

Menjadi saksi Kristus dalam perjalanan hidup - dok. pormadi
Sumber bacaan: Mat 6:19-23

Sorotan publik terhadap persoalan bangsa dewasa ini masalah integritas diri dan karakter bangsa. Harta dipandang sebagai hal mutlak yang memenuhi kebahagiaan. Hal ini mendorong orang  untuk mengejar harta duniawi dengan korupsi. Semakin banyak orang melalaikan dan meninggalkan semangat nilai-nilai keagamaan dan Pancasila dalam tata hidup bersama. Akibatnya integritas diri dan karakter bangsa semakin dipertanyakan.
Solusi yang ditawarkan para pengamat dan pemikir adalah penegakan hukum dan pendidikan karakter.  Lalu bagaimana dengan kita orang beriman? Apa yang bisa kita lakukan?
Agama merupakan salah satu sumber nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagia karakter kita sebagai anak bangsa. Masing-masing agama menawarkan semangat nilai-nilai agama yang tidak bertentangan dengan Pancasila.
Bacaan hari ini menegaskan pengajaran Yesus bagi kita yang percaya kepadaNya. Paling tidak ada tiga poin yang dapat membangun integritas  dan karakter kita sebagai orang beriman.

Yang pertama, kumpulkanlah harta surgawi.
Dalam kondisi seperti sekarang ini, ajaran Yesus sangat relevan, sebab banyak orang menjadi egois dan memberikan nilai mutlak kepada uang dan harta. Yesus mengingatkan bahwa tujuan umat Kristiani adalah mengumpulkan harta yang jauh lebih mulia dan bernilai kekal, yaitu harta surgawi. Harta ini dapat berupa apapun yang bermakna mulia dan kekal, yang dihasilkan karena berbagi dengan yang kekurangan, memaafkan sesama, menderita bagi Kristus, berbuat kebaikan dan lain sebagainya. Itulah harta yang harus dikumpulkan oleh segenap umat Kristiani dengan segenap hati.

Yang kedua, jagalah hati agar tidak diperbudak oleh harta.
Mengumpulkan harta surgawi tidaklah mudah, sebab pada hakekatnya adalah masalah perspektif/pendangan. Umat Kristiani harus waspada agar tidak mudah tergiur dengan apa yang ia lihat. Umat Kristiani juga harus sadar  bahwa dalam hubungannya dengan harta, kita dituntut untuk bersikap tegas antara mempergunakan harta atau diperbudak harta. Ketika kita diperbudak oleh harta, maka kita semakin jauh dari Allah, demikian pula sebaliknya.

Yang ketiga, mata adalah pelita tubuh
Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. ...Jika terang yang ada padamu gelap, betapa pekatnya kegelapan itu.

Suatu perumpamaan yang sangat menyentuh dan mendalam. Mata adalah salah satu
organ penting dalam tubuh kita. Mata merupakan jendela baik untuk melihat ke luar maupun untuk melihat ke dalam. Lewat mata kita dapat melihat apa yang ada di luar kita. Kalau mata kita baik, kita dapat menangkap pemandangan di luar kita dengan jelas. Di lain pihak, lewat mata kita, orang dapat melihat apa yang ada di dalam hati kita. Kalau mata kita merah, orang menangkap  bahwa dalam hati kita bergelora kemarahan. Kalau mata kita sembab, orang menangkap bahwa hati kita sedang gundah. Kalau mata kita berbinar-binar, orang menangkap bahwa ada suka cita di dalam hati kita.

Mengingat pentingnya mata, maka kita perlu menjaga dan memanfaatkan mata
dengan baik. Mata yang selalu diarahkan kepada hal-hal baik akan mencerminkan kebaikan. Maka, biasakanlah menyimak hal-hal yang baik.

Sebaliknya, mata yang selalu diarahkan kepada hal-hal yang buruk akan
mencerminkan keburukan. Maka, jagalah mata dengan baik, jangan sampai senang
memelototi hal-hal yang tidak baik.

Ketiga poin ini jika renungkan dan dilaksnakan dengan baik-baik, maka akan membawa kita kepada suka cita. Integritas kita sebagai orang beriman pun makin teguh. Kita bisa menjadi saksi Kristus bagi orang-orang di sekitar kita dengan cara mendahuluan kebenaran Allan.
Kita sadar betapa Allah sangat mengasihi kita. Sebab Allah menegaskan carilah harta surgawi, sama dengan carilah lebih dulu kebenaran Allah, maka kebahagian akan  dilimpahkan Tuhan bagi kita. Allah tidak menghendaki anak-anaknya kuatir akan kelaparan, sebab itu Ia menyediakanNya bagi kita dengan berbagai cara yang dikehendakinya. Yang dituntut dari kita adalah iman yang teguh akan kebenaran Allah. AMIN

Thursday, May 24, 2012

10 Kutipan Bijaksana

10 Kutipan Bijaksana

¤ Banyak orang yang tidak mulai berhemat sebelum ia tidak memiliki uang sama sekali.

¤ Sering orang belajar banyak dari kesalahan seseorang, bukan dari kebaikannya.

¤ Cara menguji watak seseorang adalah dengan melihat apa yang dilakukannya di kala gelap dan bukan melihat apa yang diperbuatnya di saat terang.

¤ Waktu luang berarti kesempatan untuk melakukan sesuatu, namun seringkali berubah arti menjadi kesempatan untuk tidak melakukan apa-apa.

¤ Ada dua hal yang membosankan yaitu :Orang yang berbicara kelewat banyak dan orang yang mendengar terlalu sedikit.

¤ Pikiran seperti perut, yang terpenting bukan berapa banyak yang masuk tetapi berapa banyak yang dapat dicerna.

¤ Jadikanlah pepatah berikut sebagai motto hidup anda:"Janganlah mati sebelum menghembuskan napas terakhir".

¤ Orang bijaksana biasa berpikir tanpa berbicara, sebaliknya orang bodoh berbicara tanpa berpikir.¤ Bagian yang paling sulit dilaksanakan dari suatu pekerjaan adalah belajar untuk tidak hanya membicarakannya saja.

¤ Sangat sulit menentukan penyebab kebahagiaan, bukan kekayaan bukan pula kemiskinan


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, May 04, 2012

24 Kebenaran tentang Diri Anda

24 kebenaran tentang diri Anda yang harus Anda ketahui dan harus selalu Anda ingat...

Dan 1 hal yang tidak boleh Anda lupakan sepanjang hidup Anda di bumi ini...

• Kehadiran Anda adalah sebuah hadiah bagi dunia.

• Anda unik dan hanya Anda yang seperti Anda di dunia ini.

• Hidup Anda dapat menjadi apa yang Anda inginkan.

• Satu hari yang Anda lewati tidak akan pernah dapat diputar kembali
• Hitunglah berkat Anda, bukan masalah Anda.

• Anda dapat melalui segala rintangan apa pun yang datang dalam hidup Anda.

• Dalam diri Anda terdapat begitu banyak jawaban.

• Dalam hidup ini, Anda harus menjadi orang yg memahami org lain, memiliki keberanian & kuat.

• Jangan memberi batas pada diri sendiri.

• Begitu banyak mimpi yang menunggu untuk diwujudkan.

• Keputusan-keputusan yang Anda ambil hari ini akan mempengaruhi masa depan Anda.

• Raihlah puncak Anda, tujuan Anda, dan hadiah Anda.

• Tidak ada limbah yang lebih banyak mengeluarkan energi Anda, selain daripada kekhawatirkan.

• Semakin lama Anda diam dalam masalah, semakin berat itu bagi diri Anda.

• Janganlah mengambil hal-hal yang terlalu serius.

• Hiduplah dalam ketenangan, bukan kehidupan dalam penyesalan.

• Ingatlah bahwa sedikit cinta saja dapat mengubah hidup seseorang.
• Banyak cinta dapat membuat dunia ini penuh dengan keajaiban.

• Ingatlah bahwa persahabatan adalah investasi yang bijaksana.

• Harta kehidupan adalah orang-orang yang ada dan berinteraksi di sekeliling Anda.

• Sadarilah bahwa tidak pernah ada kata terlambat.

• Lakukan hal-hal biasa dengan cara yang luar biasa.

• Miliki kesehatan, harapan dan kebahagiaan.

• Sediakan waktu untuk berdoa kepada Tuhan.

Dan jangan pernah lupa. . .Bahkan barang sehari pun. . .¤ Bahwa Anda sangatlah istimewa.
(Charles Asiku, milis APIK)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, April 30, 2012

Satu Contoh Jauh Lebih Baik daripada 10,000 Kata-kata Nasehat

¤ Jangan pernah merasa khawatir jika orang lain tidak mengerti dirimu• Khawatirlah jikalau kamu tidak mengerti orang lain.

¤ Apa yang tidak ingin orang lain perlakukan kepada anda• Jangan perlakukan hal tsb kepada orang lain.

¤ Satu contoh jauh lebih baik daripada 10,000 kata² nasehat.

¤ Menaklukkan ribuan orang belum bisa disebut sebagai pemenang• Mampu mengalahkan diri sendiri itulah yang disebut pemenang sejati.

¤ Baik sepatutnya dibalas baik, jahat jangan dibalas jahat.• Selalulah berbuat baik setiap saat.

¤ Perjalanan 1,000 km dimulai dari 1 langkah kecil.• Ambillah langkah tsb..

¤ Bila anda mengetahui sesuatu, katakanlah jika anda tahu.• Bila anda tidak tahu sesuatu katakanlah tidak tahu.Itulah yang dinamakan pengetahuan.

¤ Kata-kata yang tulus kadangkala tidaklah indah• Kata-kata yang indah kadangkala tidaklah tulus.

¤ Kalau kamu takut orang akan tahu perbuatanmu yang jelek, maka ada sesuatu yang baik di dalam yang jahat.• Kalau kamu ingin orang mengetahui bila kamu berbuat baik, maka ada sesuatu yang buruk di dalam yang baik.

¤ Orang yang berbuat baik, walaupun rezeki belum tiba, tapi bencana telah menjauhinya.• Orang yang berbuat jahat, meskipun bencana belum tiba, tapi rezeki telah menjauhinya.
(Charles, milis APIK)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, April 18, 2012

Hidup Tidaklah Lama

Ketika burung hidup,
ia makan semut.

Ketika burung mati, semut makan burung.

Waktu terus berputar sepanjang jaman. Siklus kehidupan terus berlanjut.

Jangan merendahkan siapapun dalam hidup. Akan tetapi kita harus menunjukkan penghargaan pada orang lain, bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri kita sendiri.

Kita mungkin berkuasa tapi waktu lebih berkuasa daripada kita.....

Waktu kita sedang jaya, kita merasa banyak teman di Sekeliling kita, kita PD melakukan apa saja.

 Waktu kita tak berdaya, barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati kita.

 Tapi waktu kita down, kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang hanya memperalat & menggunakan kita...

 Waktu kita sakit, kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta.

 Manakala kita miskin, kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi / bersedekah dan saling membantu.

 Ketika kita tua, kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan.

 Dan, setelah di ambang ajal,
kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia.

 Hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama² membuat
HIDUP LEBIH BERHARGA:
 Saling menghargai
 Saling membantu dan memberi
 Saling mendukung
 Jadilah teman setia tanpa syarat
 Jauhkan niat jahat untuk mencelakai teman / memaksa seseorang melakukan suatu hal yang menyimpang untuk kepentingan pribadi kita,

believe in
"KARMA"
or other words
"Cause and Effect".
Apa yang ditabur,
itulah yang akan kita tuai...
(Via BBM)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Saturday, April 07, 2012

Berpikir Sebelum Bertindak

Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya,
Lalu ia meninggalkan truk tsb sejenak untuk melakukan kegiatan lain.

Anak lelakinya yg berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru,
ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tsb, akibatnya truk baru penyok dan catnya tergores.

Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dgn palu sebagai hukuman.

Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke RS.

Walau dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yg hancur, tapi ia tetap gagal.

Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tsb.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, "Papa, aku minta maaf tentang trukmu."

Kemudian, ia bertanya,
"tetapi kapan jari- jariku akan tumbuh kembali?"

Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.

Pesan Moral:
Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yg kau cintai.

Truk dapat diperbaiki, tapi tulang yg hancur dan hati yg disakiti seringkali tidak dpt diperbaiki.

Terlalu sering anda gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, Anda seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam.

Orang dapat berbuat salah,
tapi tindakan yg anda ambil dalam kemarahan akan menghantui anda selamanya.

Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan. Belajarlah Mengampuni, Melupakan dan Mengasihi satu dgn lainnya.

"HIDUP bukanlah sebuah DVD PLAYER, yg dapat di backward & Forward. HIDUP hanya ada tombol PLAY & STOP saja, jangan sampai anda melakukan kesalahan yg dapat membayangi kehidupan anda kelak!!"
(NN)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, April 06, 2012

Hidup Penuh Perjuangan

Seorang anak mengeluh pada ayahnya, "Aku capek, sangat capek. Aku belajar mati2an sedang temanku dengan enaknya menyontek. Aku mau menyontek saja !
Aku capek karena aku harus terus membantu ibu, sedang temanku punya pembantu.
Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung.
Aku capek karena harus jaga lidahku, sedang temanku enak saja bicara sampai aku sakit hati.
Aku capek ayah, aku capek menahan diri…Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! .." sang anak mulai menangis.

Sang ayah hanya senyum & mengelus kepala anaknya, "Anakku, ayo ikut ayah".

Mereka menyusuri jalan yg jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.
"Ayah, mau ke mana kita ? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah," anaknya terus mengeluh.

Akhirnya mereka sampai di sebuah telaga yg sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu2, bunga2 yang cantik, dan pepohonan rindang.

"Wah… tempat apa ini ayah ? Aku suka tempat ini!"
"Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah. Anakku, taukah kau mengapa di sini begitu sepi padahal amat indah ?"

"Itu karena orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek, padahal mereka tahu ada telaga di sini. Mereka hanya kurang sabar dalam menyusuri jalan ini.
"Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita dapat kemenangan."

Hidup adalah perjuangan untuk mengendalikan & mengalahkan nafsu diri. Jalani hidup penuh kesabaran.
TUHAN sedang menghitung apa yang kita perbuat setiap saat.
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa !
(NN)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, April 04, 2012

SETIA Membuat Dirimu Dicintai

BERDOA membuat dirimu kuat..

MURAH HATI membuat dirimu diberkati...

GEMBIRA membuat dirimu sehat..

SENYUM membuat dirimu manis..

RAMAH membuat dirimu disukai…

SABAR membuat dirimu bijak...

SETIA membuat dirimu dicintai...

LEMAH LEMBUT membuat dirimu dikagumi...

Biarlah kehadiranmu menjadi Berkat bagi banyak orang . . .Amin
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, March 27, 2012

Renungan Perjalanan Hidup

Renungan perjalanan hidup kita, antara lain :

 Mobil jerman bukan jaminan keselamatan. Menyetir dengan hati-hati dan sabar itulah kunci keselamatan.

 Membawa selusin bodiguard bukan jaminan keamanan. Rendah hati, ramah dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan.

 Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat. Jaga mulut, diet yang benar dan olah raga yang teratur itulah kunci hidup sehat.

 Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia. Saling mengasihi, menghormati dan memaafkan itulah kunci keluarga bahagia.

 Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup. Bersyukur, hemat dan menyayangi berkah itulah kunci kepuasan hidup.

 Pangkat tinggi bukan jaminan hidup terhormat. Jujur, berkredibiltas dan disiplin itulah kunci hidup terhormat.

 Hidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat. Setia-kawan, bijaksana, solidaritas, suka menolong Itulah kunci banyak sahabat.

 Kosmetik bukan jaminan kecantikan. Semangat, kasih, ceriah, ramah dan senyuman itulah kunci kecantikan.

 Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang. Hati yang damai, kasih dan bebas tiada keserakahan dan kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman
(NN)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, March 15, 2012

Hadiah Terbesar: Waktu bagi yang Kita Cintai

Selama 50 thn ibuku bangun setiap pagi2 skali dan mulai bekerja sampai malam, Aku tdk pernah melihatnya tidur siang, ataupun hobi dan aktifitas lain, selain mengurus dan menghidupi keluarga.

Ia tdk pernah meminta bantuan apa apa padaku, kecuali sekedar memegang apa2 saat mengerjakan sesuatu, itu caranya utk berkomunikasi dgnku.

Pd wkt aku mulai sekolah sampai aku sekolah keluar negeri dan sampai aku berkeluarga pun ibu sering menelpon untuk berkomunikasi. Beliau selalu menunjukan perhatiannya pada keluargaku tanpa pernah sedikitpun mengeluh masalah yg dihadapinya. Tapi saya sbg pengusaha yg berhasil terlalu sibuk sampai tak punya wkt bercakap cakap dengan dia.

Wkt saya membeli rumah pertama, beliau sibuk membantu mengatur dan merapikan tanpa meminta apa pun, kecuali segelas es teh utk kesempatan berbincang dengan ku. Tapi seringkali waktu2 itu kami sekeluarga sibuk mau liburan akhir pekan sehingga tdk sempat byk bicara dengan ibu.

Dua hari yg lalu dapat kabar dari RS pukul 4 ibu dirawat karena pembengkakan pembuluh darah. Aku segera cari pesawat utk terbang pulang, di sepanjang jalan teringat semua kenangan akan ibu. Termasuk wkt yg aku sia siakan utk berbicang dengannya.

Aku baru sadar bahwa aku sungguh sungguh tdk mengenal ibuku dgn baik, aku berjanji sampai di RS saya akan menghabiskan semua wkt bersama ibu. Aku tiba jam 1 dini hari di rumah sakit tetapi ibuku sudah pergi 3 jam yg lalu. Kali ini ibu ku yg tak punya waktu utk berbincang lagi, bahkan utk menungguku datang.....
tdk pernah ada waktu lg utk selamanya bagi ibuku...

Anda dapat melihat prioritas hidup seseorang, dengan melihat bagaimana mereka habiskan waktunya..,

Setiap kita bisa cari lebih banyak uang, tapi tdk bisa mengatur ataupun membeli lebih banyak waktu...

Hadiah terbesar yg anda bisa berikan kepada seseorang Ƴğ anda cintai siapapun dia adalah waktu. (NN)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, March 12, 2012

Renungan tentang Waktu selama Hidup

Waktu sedang "Jaya" kita merasa banyak teman di sekeliling kita.

Waktu sedang "Berkuasa" kita percaya diri melakukan apa saja.

Waktu sedang "Tak Berdaya" barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati yang ada.

Waktu sedang "Jatuh" kita baru sadar selama ini siapa saja teman yg memperalat dan memanfa'atkan kita.

Waktu sedang "Sakit" kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta.

Manakala "Miskin" kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi/ berderma & saling membantu.

Masuk "Usia Tua" kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan.

Saat "di ambang Ajal" kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yg terbuang sia-sia.

Hidup tidaklah lama,
Sudah saatnya kita bersama-sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA:

Saling menghargai
Saling membantu
Saling memberi
Saling mendukung
 
Jadilah teman setia tanpa syarat ...

Jangan saling memotong & menggunting sesama teman...

Tunjukkanlah bahwa Anda masih mempunyai Hati Nurani yg tulus Jauhkan niat jahat untuk mencelakai teman.

Jauhkan niat memaksa seseorang melakukan suatu hal untuk kepentingan pribadi kita.

Apa yg ditabur itulah yang akan dituai

Allah tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar.

Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum disetiap air mata, Rahmat & berkat di setiap cobaan, dan jawaban di setiap do'a....

Jangan pernah menyerah ,
Terus berjuanglah,
Life is so beautiful....

Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah perjalanan

Saudaraku,
Indahnya hidup bukan karena banyak orang mengenal kita, namun berapa banyak orang yang bahagia mengenal kita..
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, March 02, 2012

Terkadang HARUS SALAH, Agar Tau Apa yg Benar

Terkadang HARUS SALAH, agar tau apa yg benar ..

HARUS JATUH, agar tau cara bangkit....

HARUS MENANGIS, agar tau menjadi tegar...

HARUS MENYESAL, agar tau cara menjadi yg lebih baik...

APAPUN YANG TERJADI dgnmu kini.
Yakinlah .. TUHAN TIDAK akan meninggalkanmu, DIA akan selalu ada untuk menguatkn hari-harimu, menyinari jalanmu.

DIA hanya ingin kau bertahan dalam hujan, agar bisa melihat PELANGI sesudahnya.
(NN)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Lima Tutur Bijak

(1). Jika Anda benar,maka Anda tidak perlu marah. Dan jika Anda salah, maka Anda tidak layak marah

(2). Sabar dengan keluarga, itu namanya cinta. Sabar dengan orang lain, itu namanya respect. Sabar dengan diri sendiri, itulah kepercayaan diri

(3). Jangan berpikir terlalu keras mengenai masa lalu, hal itu membawa air mata.
Jangan pula berpikir terlalu banyak mengenai masa depan, hal itu membawa ketakutan. Hiduplah saat ini dgn senyuman, hal itu akan membawa bahagia

(4). Setiap cobaan dalam hidup kita, bisa membuat kita lebih terpuruk atau lebih baik. Setiap masalah datang untuk membuat kita lebih berprestasi, atau hancur sama sekali. Pilihan ada di tangan kita, untuk menjadi seorang pecundang atau pemenang (y)

(5). Temukan hati yang indah & tulus, bukan wajah yang rupawan atau menawan.

Hal-hal yang indah tidak selalu baik. Namun, hal-hal yang baik selalu indah
(NN)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rahasia Sukses

Ketika kita bangun di pagi hari, saat masih di tempat tidur, mungkin bertanya pada diri sendiri :

"Apa sih rahasia untuk mencapai sukses?"

Ternyata kt menemukan jawabannya pada kamar ini.....

AC bilang : Dingin (hati kita harus sabar).

Atap bilang : Tinggi (harus dengan semangat mencapai yg dicita2kan).

Jendela bilang : Mari kita lihat jauh ke depan (visioner).

Jam bilang : Setiap menit adalah harapan.

Kaca bilang : Sebelum bertindak dan berucap, lihatlah diri sendiri terlebih dahulu (introspeksi).

Kalender bilang : Bersyukurlah karena kita masih diberi waktu.

Pintu bilang : Ayo kita berusaha mencapai apa yg kita inginkan.

Dan jangan lupa...

Lantai bilang : bersujudlah dan berdoa pada TUHAN-mu,

Jaga hati dari rasa iri dan dengki,

Jaga ucapan agar tidak menyakiti jd rahasia sukses
(NN)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, March 01, 2012

Renungan tentang Sepatu

Pasangan terbaik itu sepasang Sepatu :

1. Bentuknya tak persis sama namun serasi.

2. Saat berjalan tak pernah kompak tapi tujuannya sama.

3. Tak pernah ganti posisi, namun saling melengkapi.

4. Selalu sederajat tak ada yang lebih rendah atau tinggi.

5. Bila yang satu hilang yang lain tak memiliki arti.

SEPATU: SEjalan samPAi TUa*•♫♥♥
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, February 28, 2012

Kisah Siput dan Katak

Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak.

Suatu hari, katak yg kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput:

"Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?"

Siput menjawab: "Kalian kaum katak mempunyai empat kaki & bisa melompat ke sana ke mari,
Tapi saya mesti membawa cangkang yg berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih."

Katak menjawab: "Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing², hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak)."

Dan seketika, ada seekor elang besar yg terbang ke arah mereka, siput dg cepat memasukan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang...

Akhirnya siput baru sadar... ternyata cangkang yg di milikinya bukan merupakan suatu beban... tetapi adalah kelebihannya...

Pesan: Nikmatilah kehidupanmu, tidak perlu dibandingkan dg orang lain. Keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan...
Lebih baik pikirkanlah apa yg kita miliki, hal tersebut akan membawakan lebih banyak rasa syukur & kebahagiaan bagi kita sendiri...

BERKAT tidak selalu berupa emas, intan permata atau uang yg banyak bukan pula saat kita tinggal dirumah mewah & pergi bermobil.

*Namun BERKAT adalah saat kita kuat dalam keadaan putus asa dan tetap BERSYUKUR saat tak punya apa²...

*Bisa tetap TERSENYUM saat diremehkan, dan selalu dapat BERBESAR HATI ...amin n ttp SMANGAT!!!
(NN)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kasih Orang Tua

Di Jepang, dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan.
Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya, sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.

Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan.
Karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun.
Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya.
Si Ibu yang kelihatan tak berdaya, berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai didalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tsb dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya.

Justru si Ibu yang tampak tegar.
Dalam senyumnya, dia berkata, 'Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa, Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini, rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sdh menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat. Ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai di rumah".

Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras. Kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.

***
"Orangtua" bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya.
Karena pada saat engkau Sukses atau saat engkau dalam keadaan Susah, hanya 'orangtua' yang mengerti kita dan batinnya akan menderita jika kita susah.

"Orangtua" kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita.
Walaupun kita pernah kurang ajar kepada orangtua.
Namun Bapak dan Ibu kita akan tetap mengasihi kita.

Mulai sekarang, mari kita lebih mengasihi orangtua kita selagi mereka masih hidup.
(NN)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sunday, February 26, 2012

Apakah "BERKAT" itu?

Ada seorang Pria yang buta huruf bekerja sebagai penjaga sekolah. Sudah ± 20 tahun dia bekerja disana.

Suatu hari kepala sekolah itu digantikan dan menerapkan aturan baru. Semua pekerja harus bisa membaca dan menulis maka penjaga yang buta huruf itu, terpaksa tidak bisa bekerja lagi. Awalnya, dia sangat sedih. Dia tidak berani langsung pulang ke rumah dan memberitahukan istrinya. Dia berjalan pelan menelusuri jalanan.

Tiba² muncullah ide untuk membuka kios di jalanan itu. Tidak disangka, usahanya sukses, dari satu kios sampai jadi beberapa kios.

Kini dia jadi seorang Pengusaha yang sukses dan kaya.

Suatu hari, dia pergi ke bank untuk membuka rekening, namun karena buta huruf, dia tidak bisa mengisi formulir dan karyawan Bank yang membantunya. Karyawan Bank berkata, :

"Wah, Bapak buta huruf saja bisa punya uang sebanyak ini, apalagi kalau bisa membaca dan menulis, pasti lebih kaya lagi"

Dengan tersenyum dia berkata, : "Kalau saya bisa membaca dan menulis, saya pasti masih menjadi penjaga sekolah"

Apa yang merupakan musibah, bisa saja BERKAT.

"Dibalik masalah, Pasti ada Berkat...

Jadi sikapilah dengan SABAR & BIJAK ...

Lakukan bagian kita secara maksimal dan biarlah Dia melakukan bagianNYA...
Sekalipun seolah² tiada pertolongan dan jalan keluar dalam masalah dan Pergumulan hidup kita.

MENGALIRLAH SEPERTI AIR dan JANGAN BERONTAK MENYALAHKAN TUHAN.

Karena manusia hanya mengetahui apa yang di depan mata, Tetapi TUHAN MENGETAHUI JAUH KEDEPAN TENTANG RENCANA YANG INDAH BAGI MEREKA YANG MENGASIHI DIA.

(*) BERKAT (*)

Tak selalu berupa emas, intan permata atau uang banyak...... bukan pula saat kita tinggal dirumah mewah dan pergi bermobil......

Namun BERKAT adalah ....Saat kita kuat dalam keadaan putus asa....

Mampu tetap bersyukur ketika tak punya apa-apa......

Mampu tersenyum saat diremehkan...

Mampu tetap taat walau hidup teramat berat...

(NN)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, February 23, 2012

Renungan Puasa - Ash Wednesday (Rabu Abu)

Marilah berpuasa dengan melihat substansi: mendekatkan diri kepada Allah dalam perbuatan kepada sesama.

Nilai dari puasa bkn hanya terletak pd persoalan menghindarri makanan-makanan tertentu, ttpi jg berhenti & melepaskan diri dari perbuatan-perbuatan dosa.

Seseorang yg membatasi puasa dgn hanya berpantang daging sesungguhnya merendahkan nilai dari puasa itu sendiriApakah kmu berpuasa? Buktikanlah dgn melakukan perbuatan-perbuatan baik. Jika kmu melihat orang yg membutuhkan, berbelaskasilah kpd mereka. Jika kmu melihat temanmu ditinggikan, janganlah menjadi iri hati. Untuk puasa yang sejati, kmu tidak dapat berpuasa hanya dgn mulutmu. Kmu harus berpuasa dgn matamu, telingamu, kakimu, tanganmu & dgn seluruh anggota tubuhmu.

Berpuasalah dgn tanganmu, dgn menjagannya bersih dari keserakahan & kekotoran. Berpuasalah dgn kakimu, dgn menjaganya tdk pergi ke tempat2 yg membawamu jatuh ke dlm dosa, berpuasalah dgn matamu, dgn tidak membiarkannya melihat hal-hal yg tidak pantas.

Jika kmu menganggap puasa hanya sebagai serangkaian larangan, kmu akan semakin ingin melakukan hal-hal yg justru dapat mengancam keselamatan jiwamu. Tetapi jika kmu dpt menilai puasa sebagai sesuatu yg menyelamatkan, puasamu akan semakin berharga. Karena penilaianmu terhadap puasalah yg akan mempengaruhi perbuatanmu.

Adalah sangat bodoh, bila kmu tidak makan daging atau makan yg lain dgn alasan berpuasa, tetapi anggota tubuhmu yg lain melakukan hal-hal yg tdk benar.

Katamu, km tdk makan daging? berpuasa dgn telingamu juga! Artinya tdk membiarkannya mendengarkan hal-hal yg cabul, perkataan-perkataan yg jahat & tdk benar tentang sesama.

Selain berpuasa dgn tdk makan makanan tertentu, mulutmu jg harus berpuasa dgn tdk membiarkannya mengeluarkan kata-kata kotor, makian, gosip, jĝ berbohong. Apa bagusnya bila km tdk makan daging sapi atw daging ayam, tetapi km mengigit & memangsa sesamamu manusia?

Jika engkau berpuasa, biarlah hanya Allah yang melihat puasa dan buah-buahnya. (Diadaptasi dari sebuah milis).
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, February 08, 2012

"Medical Check Up"

Saya pergi ke sebuah klinik untuk check-up kesehatan rohani. 

Pertama kali datang, saya diukur tensi, ternyata saya memiliki "kelembutan hati yang rendah".

Ketika temperatur saya diukur, termometer menunjukkan derajat "kegelisahan hampir 40 derajat Celcius".

Ketika pemeriksaan jantung, saluran arteri tersumbat oleh berbagai "kekecewaan, kesedihan, kemarahan dan dendam," sehingga memerlukan "bypass".

Ketika saya ke Orthopedic , kelihatanlah tulang-tulang mulai keropos oleh "rasa cemburu & iri".

Ketika memeriksakan mata yang mulai terganggu, diketahui penyebabnya adalah karena saya sering "melihat kekurangan-kekurangan" orang di sekitar saya, sehingga kemampuan mata untuk melihat hal-hal yang indah & baik mulai tertutup.

Ketika mengeluhkan pendengaran saya, terapis menyarankan untuk mulai "latihan mendengar suara-suara Tuhan & sesama" setiap hari untuk lebih mensensitifkan pendengaran.

Setelah menjalani semua check-up itu saya mendapat konsultasi dan obat gratis atas kemurahan Tuhan untuk mengobati semua penyakit saya tersebut. Obat yg diberikan adalah obat alami yang ditulis di atas resep sbb:

- Setiap pagi minum segelas RASA SYUKUR atas segala yang saya miliki- Setiap siang minum sesendok. PIKIRAN POSITIF & PENGAMPUNAN

- Setiap jam minum 1 buah pil KESABARAN, secangkir KERENDAHAN HATI & satu mangkuk KASIH- Setiap pulang ke rumah sore hari minum satu dosis CINTA

- Setiap malam sebelum tidur minum kaplet SUARA HATI yg jernih, 1 pil anti KESEDIHAN & KEPUTUSASAAN karena peristiwa-peristiwa yang saya alami hari ini- Tidur berselimutkan DOA & PENGHARAPAN

Kini saya sudah mulai sembuh & dapat menjalani aktivitas dengan lebih baik. Anda mau mencobanya

Copas dari milis
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sunday, January 29, 2012

PEKERJAAN kita mungkin MENJANJIKAN, tapi BERKAT-NYA-lah yang menjadikan KAYA

Hidup selalu terbungkus oleh banyak lapisan.

Kita hanya melihat lapisan luar & tidak tahu isi dalamnya.
Kita selalu tertipu oleh keindahan di luar & tidak tahu realita yg di dlm.

Sesungguhnya semua keluarga punya masalah. Semua org punya cerita duka. Begitulah hakekat hidup. Jangan mengeluh krna masalah. Hayatilah makna di balik semua masalah maka semua masalah akan membuat hidup menjadi bermakna!

Jangan bandingkan hidupmu dgn org lain, krn org lain belum tentu lebih bahagia dari kita....

RENCANA kita boleh INDAH,
tapi rencana NYA-lah yang TERINDAH...

HIDUP kita mungkin baik² saja, tapi hidup BERSAMA-NYA lebih SEMPURNA...

PEKERJAAN kita mungkin MENJANJIKAN, tapi BERKAT-NYA-lah yang menjadikan KAYA...

KEKUATAN tangan kita mungkin sanggup membawa kita menjadi orang HEBAT, tapi hanya BERSAMA TUHAN, kita menjadi LUAR BIASA...

Sebab TUHAN bukan hanya MENCUKUPI apa yang kita perlukan, tapi Ia memberi dengan BERKELIMPAHAN sesuai ϑğπ waktuNYA ...

Indahnya kehidupan,
bukan terletak dari
banyaknya kesenangan,
tapi terletak pada rasa
syukur kita kepada ƮƱƗƗДƝ.
(*)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, January 26, 2012

Ketika takut MEMBERI, Kita Lupa bahwa Semua Milik Kita adalah PEMBERIAN

Ketika ingn hidup KAYA, kita lupa bahwa HIDUP adalah sebuah KEKAYAAN.

Ketika takut MEMBERI, kita lupa bahwa semua yang kt miliki adalah PEMBERIAN.

Ketika ingin jadi yg TERKUAT, kita lupa bahwa dalam KELEMAHAN, kuasaNYA mmberikan kita KEKUATAN.

Ketika takut RUGI, kita lupa bahwa Hidup adalah sebuah KEBERUNTUNGAN itu Karena AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah jika kita selalu bersyukur kepadaNYA. *)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, January 02, 2012

Satu hal yang membuat kita bertambah dewasa adalah"MASALAH"

Satu hal yang membuat kita bahagia adalah "CINTA".

Satu hal yang membuat kita bertambah dewasa adalah"MASALAH".

Satu hal yang membuat kita hancur adalah "KEPUTUS ASAAN".

Satu hal yang membuat kita kuat adalah"DOA" Jadikanlah hidup bermakna dengan kekuatan "DOA" jadikan doa sbagai gaya hidup atau kebutuhan pokok kita krn disitulah terletak kekuatan kita *)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, December 19, 2011

''Buatlah hari ini seindah mungkin dengan senyummu ..."

''Buatlah hari ini seindah mungkin dengan senyummu ..."

''Buatlah hidupmu berharga dengan menjadi berkat bagi orang lain ...".

''Buatlah hatimu tenteram dengan tidak menyakiti hati sesamamu, ..."

dan "Buatlah langkahmu menjadi pasti bersama YESUS ... !''

Apapun yg kt perbuat, perbuatlah dg segnap hati seperti tuk Tuhan bkn tuk manusia kolose 3 : 23 *)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, December 16, 2011

Pokok-Pokok Pandangan Utama Gerakan Zaman Baru / New Age

Pokok-Pokok Pandangan Utama Gerakan Zaman Baru / New Age dalam kartun-kartun orientalis yang perlu diwaspadai, adalah sbb.:

(1). Wahyu. "Percaya adanya wahyu yang khusus dan terus menerus dari kekuatan atau misteri semesta (makro kosmos) kepada manusia (mikro kosmos) melalui perantara atau mediator, seperti nabi-nabi agama, medium, chaneler, dukun, yang dalam kebudayaan Hindu disebut "Avatar".

(2). Tuhan. Bersifat pantheism, "Semua adalah tuhan dan tuhan adalah semua."

(3). Mesias. "Akan ada tokoh dunia yang bersifat 'mystic' dan 'occultic' yang menjadi pemersatu dunia dan penggerak untuk tatanan dunia baru".

(4). Setan. "Tidak ada setan. Setan hanyalah efek negatif dari keilahian, aspek negatif dari kekuatan semesta yang timbul karena ketidakseimbangan atau ketidakharmonisan kosmis itu".

(5). Manusia. "Manusia adalah bagian kecil dari mikro kosmos -- alam semesta dan mempunyai sifat ilahi dalam dirinya, atau dapat dikatakan bahwa manusia adalah tuhan di antara tuhan".

(6). Iman. "Potensi manusia berupa energi dalam dirinya; kehendak dan motivasi manusia itu sendiri".
(7). Doa. "Sama artinya dengan meditasi atau penyatuan diri dengan hakekat alam semesta".

(8). Dosa dan Keselamatan. "Tidak ada kejahatan atau dosa, yang ada hanya ketidak seimbangan; oleh sebab itu tidak perlu keselamatan".

(9). Agama. "Agama adalah jalan menuju yang satu; yaitu menuju roh semesta. Semua agama adalah sama, karena menuju pada tujuan yang sama, yaitu kesatuan kosmis".

(10). Hal-hal akhir. "Tujuan akhir dunia adalah tatanan dunia baru dan persatuan dari berbagai budaya, agama, dan negara".

(11). Kesehatan. "Kesehatan yang benar hanya dapat dihasilkan bila terjadi interaksi yang tepat dan keseimbangan dalam tubuh, jiwa, dan roh manusia. (sumber: milis APIK melalui link: www.sabdaspace.com/naruto_dkk_new_age_movement )



Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, October 18, 2011

Agar Hati Tidak Terluka

Dalam hidup kita akan tampil pengejek-pengejek yaitu orang-orang yg hidup menuruti hawa nafsunya.

Ada 3 cara agar hati kita tetap tenang dan tidak terluka ketika di ejek:

1. Miliki cara pandang yg benar tentang diri sendiri. Tanamkan sikap kita berharga tidak ditentukan apa kata orang tapi apa kata firman Mzm 27 : 10.

2. Jangan simpan perkataan negatif di dalam hati Amsal 12 :16

3. Belajar menerima mereka yg menghina kita dengan hati yg mengasihi dan mengampuni Amsal 11 : 12, Amsal 17 : 5, Amsal 18 : 3

ORANG BIJAK TIDAK AKAN TAWAR HATI OLEH CEMOOH YG DATANG DARI MULUT ORANG FASIK (*)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, October 12, 2011

Membahagiakan Sesama

Banyak hal penting yg dpt kita lakukan untuk hidup hidup menjadi lebih berati. Di sekeliling kt akan selalu menemukan orang2 yg butuh perhatian kasih dan doa yg menyembuhkan jiwa mereka. Kl saja Yesus masih ada di dunia ini, maka Ia akan trus berjalan mencari dan merangkul serta mendoakan mereka .

Sekarang Tuhan telah mempercayakan tugas ini kpd kita agar dg kasih Yesus yg ada didlm diri kt. Bangkitkan kepedulian terhadap orang2 di sekeliling kita. Kasihi serta sembuhkan luka hati mereka dan buat mereka bahagia Galatia 5 : 14, 1 Yoh 4 : 7-8

SETIAP SAAT MERUPAKAN KESEMPATAN UNTUK MEMBAHAGIAKAN SESAMA (*)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Berubah dari Hari ke Hari

Jika kita menginginkan situasi yg lebih baik di rumah atau di kantor, kt tdk perlu menuntut orang lain berubah, mulailah perubahan itu dr diri kita sendiri, maka akan membri inspirasi dan memovasi orang2 di sekeliling kita untuk berubah Roma 12 : 2.

Marilah kita berubah dr hari ke hari menjadi pribadi yg karakternya semakin serupa dg Yesus.

Kalau kita bersedia berubah dan diubahkan pasti akan jadi berkat/ jadi terang (*)
Powered by Telkomsel BlackBerry®